Anggota Komisi VI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Daeng Muhammad mencium adanya ‘pencuri’ dalam kasus Jiwasraya.
“Prinsip dasarnya saya ingin Komisi VI bersepakat nanti akan memperdalam ini sebagai rekomendasi, bukan hanya penyelesaian penyelamatan terhadap uang nasabah tapi juga bagaimana rekomendasi terhadap pelaku-pelaku pencurian di Jiwasraya. Supaya ada penjeraan,” kaya Daeng dalam rapat komisi VI DPR RI bersama Jiwasraya, Senin (16/12) seperti dikutip dari Kompas.
Daeng mengatakan, Jiwasraya mengeluarkan produk-produk ‘plus-plus’ yang dijual melalui 9 bank swasta dan dua bank BUMN. Menurutnya, hal ini merupakan hal yang di luar kebiasaan perusahaan asuransi.
“Produk ini menjanjikan sesuatu yang plus-plus (bahasa saya), yang di luar kebiasaan jualan asuransi. Jadi ada produk yang dijual yang di luar kebiasaan asuransi dan saya pikir ini keputusan yang dilakukan oleh perusahaan tidak secara tiba-tiba,” jelasnya.
Daeng juga menilai, ada pertimbangan dan rapat direksi serta komisaris terkait produk tersebut. Di sisi lain ia menyebut, sebuah produk yang akan dikeluarkan pastilah menimbang manfaat dan untung ruginya. Namun, ini tampaknya tak berlaku bagi Jiwasraya.
“Tapi kalau produk ini dibahas dan dipertimbangkan lewat rapat oleh para direksi Jiwasraya dan komisaris pada waktu itu, saya jujur saja bertanya besar. Ada apa sebetulnya produk yang bermasalah dijual untuk narik duit nasabah. Ini yang perlu didalami sebetulnya,” tandasnya.
Related posts
Terkini
- Lorem ipsum dolor sit amet February 12, 2025
- Wamendagri Bima Arya Dorong Reformasi Birokrasi melalui Inovasi untuk Tingkatkan Efisiensi October 30, 2024
- Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN ungkap alasan menunjuk Eko Patrio sebagai SekJen PAN October 30, 2024
- Menteri Desa PDT, Yandri Susanto : Retreat Kabinet Merah Putih Menyatukan Hati dan Perasaan October 30, 2024
- Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi : Penggunaan Maung Sebagai Kendaraan Dinas Adalah Komitmen Pemerintah Pada Pengembangan Industri Dalam Negeri October 30, 2024