Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) , Zulkifli Hasan menyebutkan PAN menempatkan diri sebagai partai nasionalis religius yang moderat dan mendukung persatuan dan kesatuan bangsa.

Hal tersebut disampaikannya dalam webminar Pidato Kebangsaan Ketua Umum Partai Politik memperingati 50 tahun CSIS Indonesia, Kamis (19/8/2021).

“Sudah 76 tahun bangsa kita merdeka. Betapa sulit dan berat perjuangan para pahlawan dan founding father melalui perjuangan yang panjang. Mari refleksi sejenak, pengorbanan jiwa dan raga para pahlawan harus menjadi pembelajaran bagi masyarakat Indonesia,” ujar Zulkifli Hasan, dilansir dari Sindonews.com, Kamis (19/8/2021).

Ia menyebutkan dahulu Indonesia belum diikat dalam persatuan dan kesatuan dan masih hidup dalam suku bangsa. Baru pada 1900-an, muncul dari Budi Utomo, Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, dan Sumpah Pemuda pada 1928.

“Perjuangan kemerdekaan saat ini adalah mempertahankan persatuan dan kesatuan meneladani generasi 1945 yang meletakkan fondasi untuk Indonesia yang bersatu, berdaulat, berkeadilan untuk seluruh lapisan masyarakat,” kata Zulkifli Hasan.

Ia menegaskan bahwa PAN sebagai partai Islam yang terbuka, nasional religius, tengah modern dan moderat.

“Menyongsong Indonesia emas 2045, kita harus memiliki landasan pokok yang kuat dan konsisten dengan tetap membawa semangat persatuan dan kesatuan kemerdekaan di 1945,” kata Zulkifli Hasan.