Tiga ketua umum (Ketum) partai politik (parpol) Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) menyampaikan visi dan misi menghadapi Pemilu 2024, di Surabaya, Jawa Timur.

Tiga ketua umum parpol KIB yakni Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa.

“Hari ini saya bersama Ketua Umum Parpol Koalisi Indonesia Bersatu hadir untuk mengumumkan visi dan misi secara langsung,” kata Zulkifli Hasan di sela penyampaian visi misi KIB, di Hotel Shangri-la, Surabaya, dilansir dari Viva.co.id, Minggu (14/8/2022).

Selain menjelaskan mengenai visi dan misi Koalisi Indonesia Bersatu, Zulkifli Hasan yang kerap disapa Zulhas menjelaskan mengenai kondisi pangan dan petani Indonesia.

“Produksi beras kita ada di 31 Juta Ton sedangkan konsumsi hanya 28 Juta Ton per tahun, menggembirakan disatu sisi namun dalam kenyataannya kondisi petani pangan kita masih sangat memrihatinkan,” Jelas Zulhas.

Lebih lanjut Zulhas menjelaskan bahwa tingkat kepemilikan lahan rumah tangga tani hanya 0,66 Hektar. Hal ini sangat memprihatinkan, bila mengacu pada angka produktivitas GKP 5,2 Ton/Hektar, lalu HPP Gabah Rp 4.400/kg, dan biaya produksi Rp 12.5 Juta/Hektar.

Dengan itu, keuntungan bagi para petani kurang lebih hanya 1.3 juta per bulan atau jika mengacu pada kepemilikan 0,66 Hektar tiap rumah tangga tani kita hanya berpenghasilan bersih Rp 860.000 saja.

“Partai Amanat Nasional tidak mau tinggal diam melihat petani kita dengan kondisi seperti ini, PAN menawarkan solusi untuk memperbaiki nasib petani dengan cara menaikkan Harga Pembelian Pemerintah untuk gabah kering petani dari Rp 4.400/Kg menjadi 8.800/Kg, lalu melakukan percepatan diversifikasi usaha tani yaitu dengan memanfaatkan lahan kebun mangkrak diganti ke komoditas yang memiliki pembeli pasti, dan punya potensi ekspor,” lanjut Zulkifli Hasan.

Tak hanya itu , dalam kesempatan ini Zulkifli Hasan meyakini Solusi yang diberikan Partai Amanat Nasional merupakan solusi yang mengedepankan arah yang berkeadilan, berkelanjutan, dan mensejahterakan.

“Indonesia merupakan negeri yang kaya alam dan manusianya, tongkat kayu dan batu jadi tanaman. Bayangkan saja, kalau Thailand mampu ekspor 1 komoditi Durian senilai USD 3.07 Miliar di Tahun 2021, apalagi Indonesia dengan luas dan subur tanahnya melebihi negara-negara di Asia Tenggara. Mari bersama PAN kita dorong kebijakan pemerintah yang pro terhadap petani dan hasil pangan lokal, saatnya Produk Indonesia Merajai Dunia!,” tutupnya.