Bertepatan dengan hari peringatan Buruh Internasional, Sabtu (1/5/2021), Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan menyampaikan seri pidato ke-3 dalam rangka serial pidato 23 tahun reformasi.

“Di waktu-waktu menjelang akhir puasa dan menyambut hari raya Idul Fitri ini, salah satu tuntutan para buruh adalah agar pengusahan tidak menunggak atau mencicil Tunjangan Hari Raya (THR),” kata Zulhas.

Zulhas menekankan pentingnya para pengusaha untuk melakukan pembayaran THR kepada para pekerjanya untuk kesejahteraan mereka serta merayakan hari raya idul fitri. Kita mengetahui bahwa tahun lalu para pengusaha diberikan kelonggaran dalam menunaikan kewajiban mereka ini terhadap pekerjanya.

Wakil Ketua MPR itu juga menyoroti perekonomian yang kita semakin menggeliat, roda ekonomi sudah berjalan walaupun belum secara maksimal. Sehingga harapan untuk membayar THR buruh secara full adalah kewajiban. Hal ini juga tertuang dalam Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja/ Buruh di Perusahaan.

“Harapan kaum buruh agar THR dibayarkan penuh saya kira bisa kita pahami bersama. Bukan tentang memihak siapa, buruh atau pengusaha, tapi pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja perlu memikirkan dan mencari solusi yang tepat agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan, dikorbankan hak-haknya,” ujar Zulhas.