Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas mengunggah video tentang dirinya saat bertemu penceramah Ustaz Adi Hidayat (UAH) untuk menyerahkan donasi.

Zulhas lantas menyoroti fitnah yang dialamatkan kepada UAH terkait pengumpulan donasi untuk warga Palestina.

“Momen ketika berkunjung ke kediaman Ustadz Adi Hidayat di Bekasi, sebagai bentuk dukungan nyata, sekaligus menyerahkan donasi kawan-kawan PAN untuk Palestina sebesar Rp 3,7 miliar. Saya percaya Insya Allah UAH adalah sosok yang terpercaya,” tulis Zulhas dilansir dari Akurat.co, pada Twitter @ZUL_Hasan, Minggu (6/6/2021).

Seusai kunjungan dan penyerahan, Zulhas berpesan kepada media bahwa publik harus menghentikan pihak-pihak yang kerap berusaha membenturkan negara dan Islam.

Menanggapi polemik UAH, ia mengatakan jangan biarkan pihak-pihak berusaha membentur-benturkan negara dengan Islam.

“Narasi perpecahan harus kita lawan. Berikut pendapat saya,” kata dia.

Kata dia, derasnya dukungan masyarakat Indonesia untuk Palestina adalah bukti berjalannya rasa solidaritas kemanusiaan di tengah-tengah masyarakat Indonesia, sesuai dengan karakter atau ciri khas bangsa ini.

“Spontanitas publik untuk memberi dukungan dan menggalang dana tak bisa dibendung, bukan semata berdasar agama, tetapi melampaui itu. Namun, di saat yang sama, jika ada masyarakat yang tergerak memberi donasi atau menggalang dana karena rasa solidaritas sesama saudara Muslim di Palestina, itu pun tak boleh dibatasi atau disalahkan,” ujar dia.

Pimpinan MPR RI itu mengaku sedih dengan fitnah yang dilontarkan terhadap UAH maupun tokoh dan organisasi keislaman lain terkait donasi kemanusiaan Palestina ini.

“Saya menghimbau kejadian ini harus kita jadikan momentum untuk memerangi mereka yang gemar memecah belah bangsa dengan narasi kebencian. Jangan benturkan negara dengan Islam,” paparnya.

Ia pun percaya UAH sosok yang amanah dan sudah menjalankan semua prosedur dengan baik.

“Pihak-pihak seperti UAH yang menjalankan donasi secara terbuka, transparan, mau diaudit, melibatkan lembaga terpercaya, justru perlu kita dukung. Fitnah terhadapnya harus diusut tuntas,” katanya.

“Akhirnya, mari kita terus rawat persatuan bangsa ini. Jangan mau diadu domba dan dikotak-kotakkan. Momentum ini bisa kita pakai untuk mengembalikan spirit persatuan dalam berbangsa dan bernegara. Stop upaya atau framing-framing untuk membentur-benturkan pemerintah dengan Islam,” tutupnya.