Sebanyak 40 Syaikh Al-Azhar yang menjadi Duta Universitas Al-Azhar di Indonesia berkumpul di rumah dinas Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. Rombongan yang akan disebar ke berbagai perguruan tinggi dan pondok pesantren se-Indonesia itu didampingi ulama kondang Ustaz Adi Hidayat dan perwakilan Kedutaan Besar Mesir.

“Al-Azhar ini membawa misi menyebarkan Islam wasathiyah atau Islam moderat. Ini relevan dengan apa yang diperjuangkan Pak Zul dengan konsep Islam Tengah. Saya sampaikan kepada para Syaikh ini bahwa di Indonesia ada tokoh besar, pejabat publik, yang konsisten memperjuangkan Islam Tengah, yakni Pak Zulkifli Hasan. Mereka senang sekali,” ungkap ulama yang akrab disapa UAH itu, dilansir dari Sindonews.com, Selasa (8/2/2021).

Sebelumnya, Zulkifli Hasan memperkenalkan konsep dan gagasan Islam Tengah dalam berbangsa bernegara. Hal itu disampaikannya dalam Pidato Kebudayaan di Gedung Perpustakaan Nasional RI, 29 Januari lalu.

Menurut Ahmad Abdul Hadi, Second Secretary di Kedutaan Mesir, hal ini merupakan yang pertama terjadi sejak mereka punya program mengirimkan duta Al-Azhar ke Indonesia.

“Hari ini kami dijamu luar biasa. Ini pengharhaan yang sangat tinggi untuk kami. Di Mesir sudah terkenal keramahan orang Indonesia, hari ini para Syaikh Al-Azhar bisa merasakan itu di rumah Wakil Ketua MPR,” katanya.

Turut menerima para Syaikh Al-Azhar yakni Sekjen PAN Eddy Soeparno, Ketua Komisi VIII Yandri Susanto dan Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Daulay. Menurut Yandri kedatangan para duta Al-Azhar ini penting untuk memberikan pemahaman Islam yang moderat, tidak ekstrem kiri atau kanan.

“Ini selaras dengan pemikiran Bang Zulkifli Hasan. Selain mendiskusikan gagasan Islam Tengah, kami juga mau menunjukkan karakter dan jati diri orang Indonesia kepada para tamu ini. Kita muliakan mereka, apalagi mereka adalah para ahli Al-Quran.” Ujar Yandri.

Selepas dari Rumah Dinas Wakil Ketua MPR, rombongan Duta Al-Azhar ini direncanakan langsung bertugas di pondok-pondok pesantren dan perguruan tinggi Islam di seluruh Indonesia.