Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi mendukung pernyataan Presiden Joko Widodo yang menolak amandemen UUD 1945 untuk masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

“PAN mendukung pernyataan sikap Presiden Jokowi yang telah diungkapkan setahun lalu untuk menolak amandemen UUD 1945 untuk masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Sikap presiden sudah jelas, terang, konstitusional, dan terekam oleh publik,” kata Viva, dilansir dari Detikcom, Senin (15/3/2021).

Viva menilai siapa pun pihak yang melontarkan bahwa Jokowi menginginkan masa jabatan presiden 3 periode itu berarti memanipulasi fakta. Viva mengatakan hal itu bisa merusak karakter.

“Jika ada komentar dari siapa pun bahwa Pak Jokowi menginginkan masa jabatan presiden tiga periode, maka kemungkinan ia bukan saja melakukan framing media yang berkonotasi negatif, tetapi sudah menjurus ke character assassination, perusakan karakter. Yaitu melakukan manipulasi fakta, mencoreng citra, dan membalikkan realitas,” ujarnya.

Viva menegaskan masa jabatan presiden sudah jelas tertulis dalam amandemen UUD 1945 tahun 1999. Viva yakin Jokowi tak akan melakukan amandemen kembali.

“Di Pasal 7 UUD 1945 amandemen pertama, 19 Oktober 1999, menyatakan bahwa presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan,” ujarny.

“Presiden Jokowi tetap konstitusional, menolak amandemen UUD 1945. Sebaiknya energi anak bangsa dicurahkan untuk membantu pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional dan memberantas pandemi COVID-19,” lanjut Viva.