Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Bandung memperberat hukuman Herry Wirawan dari seumur hidup menjadi pidana mati. Putusan ini diambil hakim demi keadilan atas perbuatan pemerkosa 13 santriwati.

Menanggapi vonis ini, Pimpinan Komisi III DPR Pangeran Khairul Saleh menegaskan bahwa pelaku kekerasan dan pelecehan seksual dan pedofilia harus dihukum berat untuk memberikan efek jera.

“Vonis Herry Wirawan ini memberi pesan yang jelas bahwa pelaku kekerasan seksual harus dihukum berat. Semoga vonis ini bisa menjadi efek jera untuk mencegah tindakan kekerasan dan pelecehan seksual serta pedofilia,” kata Pangeran di Jakarta, Selasa (5/4).

Pangeran yang juga Ketua DPP PAN ini berharap seluruh pihak terus bekerjasama mencegah sekaligus mengungkap serta memberantas praktek-praktek kekerasan dan pelecehan seksual.

“Semoga dengan terungkapnya kasus Herry Wirawan ini bisa menjadi momentum untuk membuka kasus-kasus kekerasan seksual lain yang sampai saat ini mungkin belum terungkap,” lanjutnya.

Sebagai Pimpinan Komisi III, Pangeran berkomitmen untuk terus mendorong kepolisian, kejaksaan hingga pengadilan untuk memberikan hukuman tegas kepada pelaku kekerasan seksual.

“Jangan lupakan juga pentingnya memenuhi rasa keadilan untuk korban serta memulihkan trauma fisik maupun psikisnya. Apalagi banyak korban yang ternyata masih di bawah umur,” ungkap Bupati Banjar periode 2010-2015 ini.

Terakhir, Pangeran berharap kontroversi yang ada dalam RUU TPKS segera diselesaikan agar bisa disahkan menjadi UU.

“Kehadiran UU yang mengatur hukuman, tindakan dan pencegahan kekerasan seksual mutlak diperlukan. Semoga RUU TPKS bisa segera disahkan dengan pasal-pasal yang tetap sesuai dengan norma Agama, Budaya dan Kebangsaan kita,” tutupnya.