Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani berharap unit pendidikan bisa menjaga murid terhindar dari virus Covid-19 selama uji coba sekolah tatap muka. Sebab, dia menuturkan, satu saja murid terinfeksi virus, maka sekolah harus ditutup.

“Apalagi dua minggu terakhir Covid-19 DKI meningkat, perlu waspada,” kata Zita, dilansir dari Tempo.co, Senin (19/4/2021).

Zita meninjau uji coba sekolah tatap muka di SMK Islam PB Soedirman 2, Jakarta Timur. Dia melihat langsung simulasi ujian, proses belajar, dan penerapan belajar bauran (blended learning) di sekolah itu.

Belajar bauran adalah menggabungkan pembelajaran secara tatap muka dengan daring. Dinas Pendidikan DKI Jakarta hanya mengizinkan 50 persen dari total murid per kelas datang ke sekolah. Waktu belajar juga dibatasi hanya empat jam.

Menurut dia, guru-guru di SMK Islam PB Soedirman sudah disuntik vaksin Covid-19. Selain itu, sekolah juga membentuk Satgas Covid-19, ruang isolasi di UKS, alat kebersihan, dan area khusus antar-jemput.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengapresiasi kinerja Dinas Pendidikan.

“Saya apresiasi Disdik Pemprov DKI, berani dan siap,” ucap dia.

Dinas Pendidikan, Zita melanjutkan, juga terlebih dulu melatih guru yang akan menguji coba sekolah tatap muka.

“Kalau terus begini, Insya Allah, rencana sekolah dibuka akan semakin matang,” ujar dia.