Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PAN Achmad Hafisz Thohir mengatakan, rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite dan solar belum perlu dilakukan. Sebab, kondisi ekonomi masyarakat yang belum pulih bisa menyebabkan dampak yang jauh lebih serius saat BBM dinaikkan.

“Tidak baik kondisi saat ini (pemerintah) menaikkan harga BBM. Rakyat belum pulih secara ekonomi,” kata Hafisz, dilansir dari Vivanews.co.id, Senin (29/8/2022).

Dia khawatir jika pemerintah menaikan BBM pasti ekonomi rakyat yang baru membaik tersebut akan jatuh lagi. Pun, kondisi ekonomi kemungkinan akan makin berat.

Menurut dia, jika kenaikan BBM benar dilakukan, akibatnya sejumlah proyeksi ekonomi akan terdistorsi cukup dalam.

“Kalau ekonomi berat maka transaksi/perdagangan akan terkontraksi. Kalau kontraksi maka target ekonomi akan tidak tercapai. Kalau target tidak tercapai maka penerimaan negara akan turun (tidak tercapai pula). Sehingga ini menjadikan kenaikan BBM menjadi sia-sia belaka. Upaya yang sia-sia,” jelas Wakil Ketua Umum DPP PAN tersebut.

Kemudian, dia mengatakan, opsi menaikan BBM bukanlah pilihan yang rasional. Ia bilang, justru sebagai pilihan yang cukup terjal dan mengandung high risk (risiko tinggi).