Ledakan kasus covid-19 di India telah menyebabkan warganya berbondong-bondong masuk Indonesia. Publik dibuat terkejut dengan kedatangan 127 WNA India dengan pesawat carter QZ9BB ex MMA pada 21 april 2021, pukul 19.30. Dari kode pesawatnya, pesawat tersebut milik maskapai penerbangan Air Asia.

Selama ini memang tidak ada penerbangan komersial yang langsung dari India, oleh sebab itu eksodus WNA India tersebut dilakukan melalui carter pesawat. Maskapai Garuda Indonesia juga beberapa kali menerima carter pesawat untuk WNA India yang masuk ke Indonesia.

Menurut pengakuan Dirut Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, terakhir menerima carter tanggal 10 April 2021 dan pada saat itu terdapat 18 penumpang positif Covid-19.

“Namanya carter berarti kan bukan penerbangan reguler, artinya tergantung pesanan. Dan disini maskapai telah berani mengambil resiko yang fatal dengan menerbangkan WNA dari negara yang sedang terjadi ledakan kasus Covid-19. Maskapai nampak tidak mementingkan aspek keselamatan, khususnya kru pesawat dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Maskapai harusnya jangan pernah main-main untuk urusan yang sangat genting ini,” tegas Abdul Hakim Bafagih, Anggota Komisi VI DPR RI.

Padahal, grafik kasus Covid-19 di Indonesia sedang melandai dan ekonomi sudah mulai beranjak membaik. Tentu, eksodus WNA India ini bisa menjadi ancaman bagi proses recovery Indonesia dari pandemi.

Lebih lanjut, Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini menekankan kepada pihak maskapai untuk sementara mengesampingkan aspek bisnis dulu dan turut mendukung program pemulihan pandemi dan dampak ekonominya.

Selain tentu, berbagai pihak terkait seperti Imigrasi, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perhubungan agar memiliki satu sikap yang sama untuk melindungi warga negara Indonesia.

Pemerintah harus tegas untuk melarang warga negara India untuk masuk ke Indonesia tanpa kecuali.