Mengisi target kursi DPRD Jatim periode 2024-2029 melalui pemilu legislatif, membuat parpol melirik caleg eksternal. Seperti Partai Amanat Nasional (PAN) memberikan kesempatan warga Nahdliyin dan Muhammadiyah untuk diusung sebagai calon legislatif (caleg). Parpol bergambar matahari terbit ini juga menyiapkan 130 ribu saksi.

Ketua fraksi PAN Jawa Timur Heri Romadhon menjelaskan, membuka selebar-lebarnya warga NU dan Muhammadiyah untuk jadi caleg dari PAN di Jawa Timur.

“Kami akan beri kuota khusus untuk lembaga besar tersebut untuk pemilu mendatang,” jelas Heri Romadhon, dilansir dari Memorandum.co.id, Senin (1/8/2022).

Heri Romadhon yang juga bendahara PAN Jatim ini mengatakan, menargetkan seluruh dapil terisi kursinya. “Oleh sebab itu banyak cara yang dilakukan PAN Jawa Timur untuk menarik simpati masyarakat untuk menjatuhkan pilihannya ke PAN,” jelasnya.

Menaikkan target perolehan suara dan kursi di Pemilu 2024, pihaknya sudah menyiapkan ribuan saksi yang menyeluruh untuk ditempatkan di seluruh TPS di Jawa Timur.

“Tahun ini kami canangkan tahun konsolidasi mulai tingkat DPW hingga tingkat paling bawah, dimana realisasinya sudah kami rekrut sejumlah 130 ribu orang untuk menjadi saksi di TPS untuk mengawal suara PAN,” jelasnya.

Selain menyiapkan 130 ribu orang saksi tersebut, kata Heri, PAN Jawa Timur juga akan menambah 2 orang saksi lagi per TPS se Jawa Timur. ”Total nantinya ada 260 ribu orang saksi yang merangkap sebagai kader PAN,” jelasnya.

PAN Jawa Timur saat ini, sambung Heri Romadhon,akan menanggung semua biaya pencalegkan untuk seluruh caleg yang akan diusung PAN dalam pileg mendatang.

“Kami siapkan semuanya, jika kalah di pileg akan diganti dan menang akan diberi apresiasi.Kami tak main-main di Pemilu mendatang dan target menang serta tambahan di kursi di semua dapil,” tandasnya.