Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Faldo Maldini, menilai penangkapan 10 mahasiswa di Solo yang bentangkan poster saat Presiden Jokowi melintas merupakan upaya antisipasi potensi bentrok dengan massa pendukung Jokowi. Jika terjadi bentrok, dapat menimbulkan masalah lebih besar, apalagi pandemi Covid-19 belum selesai.

Menanggapi pernyataan Faldo Maldini, Jubir Muda PAN, Faiz Arsyad, mengatakan bahwa demonstrasi dilatar belakangi oleh keresahan di tengah masyarakat.

“PAN percaya bahwa gerakan mahasiswa atas dasar keresahan masyarakat. Aspirasi mahasiswa murni bukan hanya sekedar titipan gerakan politik manapun,” ujar Faiz, Kamis (16/9/2021).

Faiz juga mempertanyakan, mengapa mahasiswa yang hanya membentangkan poster berisi kritik langsung ditangkap.

“Mengapa mahasiswa yang membentangkan poster langsung ditangkap. Apa salah mahasiswa? Apa yang harus ditakutkan dari anak muda? Tindakan ini harusnya tidak terjadi di negara demokrasi. Saya yakin Pak Jokowi pun tidak akan setuju dengan cara represif macam ini,” tegas Faiz.

“Lebih menyedihkan lagi, ternyata ada aktivis mahasiswa seperti Faldo Maldini yang justru membenarkan penangkapan tersebut. seharusnya tak lantas mengaburkan pandangan dan hati nurani,” ujar Faiz.

Faiz pun menambahkan gerakan mahasiswa tak lantas merupakan perjuangan aspirasi serta harapan masyarakat sebagai perwujudan demokrasi.

“Mas Faldo, yuk kita demo lagi,” sentil Faiz.