Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN), Achmad Hafisz Thohir mempertanyakan urgensi pihak Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang melakukan impor bawang putih dalam jumlah yang sangat signifikan.

Hafisz begitu ia disapa memandang, impor bawang putih tersebut seolah menciderai cita-cita bangsa soal kemandirian, ketahanan dan kedaulatan dibidang pangan.

“Sama sekali gak ada konsep ketahanan pangan,” sindir Anggota Komisi XI DPR RI itu, dilansir dari Teropongsenayan.com, Sabtu (15/5/2021).

Menjadi ironi, lanjut dia, skema tersebut terus dilakukan di tengah kemajuan teknologi dan tersedianya lahan yang sangat luas di bumi Pertiwi ini.

“Masak sudah puluhan tahun merdeka gak bisa nanam sendiri bawang putih,” sindirnya lagi.

Selain itu, menurutnya, skema impor hanya akan menambah beban keuangan negara yang artinya sama saja menambah beban penderitaan rakyat yang notabenenya penyumbang besar pemasukan APBN (melalui skema pajak).

“Semakin membebani APBN artinya porsi hutang akan smkin banyak utk biayai import,” tegas Wakil ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) itu.

Diketahui, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat 76.568 ton bawang putih impor telah masuk ke Indonesia. Impor bawang putih ini guna memenuhi kebutuhan di dalam negeri.