Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay, menanyakan kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tentang  pelaksanaan strategi penangan pandemi Covid-19 varian baru yang terbagi menjadi 4 upaya yaitu deteksi, terapeutik, vaksinasi dan perubahan perilaku.

“Saya ingin bertanya langkah deteksi dari peningkatan tes epidemiologi, ini pelaksanaannya seperti apa. Data yang didapat seperti apa. Apakah testing dilakukan secara teratur atau Kemenkes berharap testing datang dari masyarakat yang ingin berpergian keluar kota atau negeri (misalnya). Ini hal yang penting,” ungkap Saleh di DPR, dilansir dari Jitunews.com, Senin (13/9/2021).

Sementara terkait, terapeutik, Saleh menyampaikan ada pengetatan syarat masuk RS bagi pasien Covid-19.

Salah satu syaratnya adalah hanya pasien dengan saturasi kurang dari 95 persen yang bisa dirawat di RS.

“Apakah saturasi satu-satunya indikasi agar seseorang dapat dirawat di RS. Ini penting  karena ada keterkaitan dengan ketersediaan tempat tidur, pelayanan kesehatan dari tenaga medis, serta pemanfaatan isolasi terpusat,” ungkapnya.

Terkait adanya varian baru Covid-19 serta data yang dipaparkan pemerintah tentang presentasi hasil tes positif dari WNI atau WNA yang masuk Indonesia.

Politisi PAN ini meminta agar pemerintah meningkatkan deteksi di pintu masuk seluruh wilayah NKRI.

“Ada varian baru. Kemarin saat varian delta masuk, kita hampir luar biasa kerepotan. Saat ini ada varian baru yang tidak kalah agresifnya. Pengetatan perlu dilakukan di bandar udara, pelabuhan hingga perbatasan darat untuk mengantisipasi ini, jangan sampai sudah menyebar karena varian delta,” pungkasnya.