Nasib petani bawang merah Nawungan yang tidak kunjung mendapat bayaran dari koperasi yang membeli hasil panennya, mengundang simpati jajaran DPD Partai Amanat Nasional Kabupaten Bantul. PAN Bantul membentuk Tim Advokasi PAN untuk petani Nawungan Selopamioro Imogiri.

Koordinator tim advokasi PAN, Herry Fahamsyah, menjelaskan dibentuknya Tim Advokasi ini sebagai pembuktian PAN selalu hadir ketika masyarakat menghadapi masalah, untuk berusaha memberikan solusi yang terbaik.

“Petani harus segera memperoleh hak atas jerih payah yang sudah dilakukan,” tegas Herry, dilansir dari Timesindonesia.co.id, Selasa (24/8/2021).

Tim Advokasi yang beranggotakan Wahyu Bhaskoro, Jatmiko Yuwono, Ahmad Nur Rohadi, Marga Tramuna Kahfi dan Rohmantio Aryo Damar langsung melakukan investigasi ke lapangan, Selasa (24/8/2021).

Anggota Tim Advokasi PAN untuk petani Nawungan Ahmad Nur Rohadi mengaku investigasi ke lapangan bertujuan mendalami masalah dan mencari fakta berkait perspektif hukum dalam masalah ini. Dengan memintai keterangan langsung dari petani.

Nasib petani bawang merah Nawungan semakin tidak menentu. Menyusul keputusan Pemkab Bantul yang tidak akan mengeluarkan dana talangan. Untuk membayar hasil panen yang dibeli koperasi 3M.

Permintaan petani kepada Pemkab Bantul untuk mengeluarkan dana talangan. Didorong kebutuhan petani untuk kembali menanam bawang merah. Setelah upaya menagih uang ke koperasi tidak berhasil.

Masalah yang dihadapi petani bawang merah Nawungan berawal saat hasil panen mereka dibeli koperasi 3M atas rekomendasi Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul sekitar Juni 2021. Namun hingga saat ini masih terdapat kekurangan pembayaran Rp 326 Juta. Inilah yang jadi keprihatinan DPP PAN Bantul.