Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Amanat Nasional (PAN) Makassar menghasilkan delapan usulan figur bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden pada Pemilu 2024.

Salah satunya nama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

PAN adalah partai selain NasDem yang juga tertarik dengan sosok mantan KSAD itu. Andika Perkasa dinilai bisa jadi “kuda hitam” dalam pemilihan Capres.

Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama, Ari Junaedi menjelaskan, sosok Andika punya daya tarik untuk memikat konstituen.

“Khususnya perempuan, karena muncul sosok militer, muda, ganteng, macho, berprestasi dan punya jabatan tertinggi di militer,” katanya, seperti dikutip dari Kompas.com.

Selain nama Andika Perkasa, figur lain tentunya Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Menteri BUMN Erick Tohir, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, kemudian Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

PAN Makassar juga mengusul dua putra terbaik asal Sulawesi Selatan yang mewakili Indonesia Timur yakni Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Rakerda PAN berlangsung di Hotel De Maleo, Jl Pelita Raya, Makassar, Selasa (21/6/2022).

Agenda ini dihadiri oleh Ketua PAN Sulsel Ashabul Kahfi, Wali Kota Makassar Danny Pomanto, serta jajaran anggota DPRD Fraksi PAN Makassar hingga perwakilan pengurus PAN di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulsel Ashabul Kahfi mewajibkan agar nama Ketum PAN Zulkifli Hasan masuk dalam jajaran figur yang diusung.

“Ketua partai kita pak Zulkifli Hasan itu yang kita rekomendasikan, selebihnya silahkan DPD mengusulkan,” ucap Ashabul Kahfi.

Ia mengatakan, salah satu fungsi parpol adalah melakukan rekrutmen kepemimpinan baik nasional maupun daerah.

Nama Erick Tohir juga muncul sebagai perwakilan milenial kata anggota DPR RI ini. Sementara Ganjar dan Anies juga dianggap punya potensi dengan ketokohan yang dimiliki.

Tidak menutup kemungkinan, putra terbaik dari Indonesia Timur, Syahrul Yasin Limpo dan Andi Amran Sulaiman juga diusung.

Mengingat mereka juga punya ketokohan yang kuat, juga punya kapasitas sebagai pemimpin.

“Pak JK (Jusuf Kalla) jadi wapres bukan karena orang Bugis atau Sulsel tapi dia punya ketokohan. Diatas segalanya, ketokohan dan pembuktian dengan kapasitas jadi penilaian utama,” tegasnya.

Selanjutnya, hasil usulan dari rakerda ini akan diusulkan dalam rapat kerja wilayah (rakerwil) PAN Sulsel yang akan digelar Juli mendatang.

Kemudian hasil akhir, terkait Bacalon Presiden dan Bacalon Wakil Presiden akan ditentukan dalam rapat kerja nasional (Rakernas) PAN.

“Bisa mengerucut (nama) atau mengambil usulan dari bawah,” tuturnya.

Dalam penentuan figur yang akan diusung pada Pilpres 2024 mendatang, tentu akan mempertimbangkan hasil survey elektabilitas dan popularitas bacalon

“Indikatornya melihat polling, tapi masih ada dua tahun dari sekarang, kita lihat kecenderungan masyarakat terhadap figur-figur yang akan diusung,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Makassar, Hamzah Hamid menyampaikan hasil rekomendasi figur untuk Pilpres ini bakal dibawah ke pertemuan selanjutnya bersama pengurus PAN se-Sulsel.

Selain itu, hal yang dirumuskan dalam rakerda ini ialah terkait rekrutmen bakal calon legislatif.

“Kita mau sukses di Pilpres dan sukses di Pileg,” ujarnya.

Para kader juga harus gencar merekrut saksi yang akan membantu mengamankan perolehan hasil suara saat pemilihan.