Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim membuka kelas tatap muka setelah vaksinasi guru dan tenaga kependidikan selesai mendapat respons dari Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PAN Prof. Zainuddin Maliki.

“Layak atau tidak diterapkan pembelajaran tatap muka, menurut hemat saya tetap harus didasarkan peta persebaran Covid-19,” katanya, dilansir dari PWMU.CO, Selasa (23/2/2021).

Dia mengatakan, di zona merah dan di daerah yang positive rate-nya tinggi sehingga risiko penularannya sangat besar, agar menunda kelas tatap muka.

“Konsekuensinya Kemendikbud harus memacu guru-guru kita mengemas model pembelajaran daring,” ujarnya.

Dia juga meminta agar Kemendikbud memfasilitasi guru dalam meningkatkan penguasaan pedagogi digitalnya sehingga melalui pembelajaran daring tetap mampu mendorong siswa aktif, efektif, dengan suasana belajar tetap menyenangkan.

“Pemerintah bisa mengizinkan bagi orang tua yang ingin anak-anaknya kembali ke sekolah khususnya yang berada di zona kuning atau zona hijau yang positive rate dan risiko penularannya rendah,” tuturnya.

Tentu, sambungnya, tetap dengan jaminan protokol (prokes) kesehaan benar-benar bisa diterapkan. Seperti pengaturan jarak, penggunaan masker, dan memastikan kesadaran siswa didik rajin mencuci tangan.

“Diharapkan prokes tidak hanya dijalankan ketika di sekolah. Sepulang KBM juga harus dijamin prokes bisa dijalankan. Oleh karena itu kerja sama semua pihak, termasuk orangtua sangat dibutuhkan,” pungkasnya.