Kementerian BUMN terus melakukan gebrakan kebijakan. Salah satunya adalah melakukan penawaran perdana saham BUMN ke publik (initial public offering). Artinya akan banyak BUMN yang didorong untuk melantai di bursa saham.

Anggota DPR RI Fraksi PAN, Abdul Hakim Bafagih, mengatakan, apa yang dilakukan oleh Erick Thohir ini sejatinya adalah upaya restrukturisasi (perbaikan kinerja) BUMN yang sangat progresif. Dibandingkan dengan Menteri BUMN sebelum-sebelumnya, apa yang dilakukan Erick Thohir lebih kongkrit. Bahkan, tahun ini ditargetkan setidaknya akan ada 10-14 BUMN yang akan melakukan Initial Public Offering (IPO).

“IPO adalah salah satu metode restrukturisasi BUMN yang paling rasional, karena dengan IPO BUMN dituntut untuk lebih profesional dan transparan. Dan mau tidak mau harus menyesuaikan diri dengan iklim persaingan bisnis. Semua BUMN yang beroperasi secara komersil harusnya didorong untuk IPO, ” kata Abdul Hakim.

Abdul Hakim sangat mendukung gebrakan Erick Thohir ini dan berharap rencana IPO tersebut dapat terealisasi semuanya dalam waktu kurang dari satu tahun. Karena selain untuk memperbaiki kinerja, melantainya BUMN di bursa saham juga mendorong swasta untuk ikut berperan dalam mengelola aset-aset BUMN yang saat ini totalnya mencapai Rp 8.000 triliun lebih.

Dengan aset yang sebesar itu, masalah klasik yang dihadapi BUMN adalah budaya organisasi yang lambat dan cenderung birokratis karena beban politik yang cukup kuat. Sehingga dengan partisipasi publik dalam kepemilikan, diharapkan akan ada transformasi budaya organisasi sehingga kinerja akan bertambah baik.

Saat ini setidaknya ada 100 lebih BUMN dan 500-an lebih anak usahanya. Dan sebagian besar masih dikelola dengan budaya organisasi yang lambat dan birokratis. Sehingga hampir sebagian besar BUMN yang ada mengalami kerugian dari tahun ke tahun. Alih-alih memberikan kontribusi positif untuk kas negara, kebanyakan dari mereka justru menjadi beban negara. Oleh sebab itu, langkah Kementerian BUMN melakukan restrukturisasi lewat IPO ini perlu didukung penuh.

“Dengan IPO, saya berharap kinerja BUMN meningkat, menciptakan “value creation” dan bisa lebih banyak lagi kontribusinya terhadap negara baik melalui pajak maupun dividen” tutup Abdul Hakim.