Ajang Formula E kian hari makin di pelototi. Setelah ramai soal “Tender Gagal”, kini studi banding ke Diriyah yang jadi bahan untuk dipermasalahkan.

Saya pikir, kondisi politik saat ini sudah semakin tidak wajar. Apapun dipermasalahkan. Tidak kerja salah, kerjapun dipermasalahkan. Padahal jelas, studi banding adalah hal yang dibutuhkan, bahkan di regulasi, dijamin sama hukum, di atur di Permendagri No. 20 tahun 2005 tentang Pedoman Perjalanan Dinas Luar Negeri.

Instansi Pemerintah, pejabat publik, anggota legislatif, kerja-kerjanya pasti ada studi banding, karena manfaatnya jelas, menambah wawasan yang akan diimplementasikan dilingkungannya masing-masing, bukan hura-hura.

Panitia dan Jakpro masih bekerja, tidak elok kalau sudah dipermasalahkan. Kecuali, hasil studi bandingnya tidak jelas, outputnya tidak ada, saya orang pertama yang akan kritik kalau itu terjadi.

Saat ini, tugas kita membantu Pak Gubernur sukseskan hajat Jakarta. Formula E masih proses, tokoh-tokoh politik jaga stabilitas politik. Tunjukkan, Jakarta juga bisa buat event sebagus di Riyah.

Zita Anjani S.Sos., M.Sc
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta
Penasehat Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta