Rapat kerja daerah (Rakderda) DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Jakarta Barat, menghasilkan empat nama capres-cawapres untuk pemilu 2024. Ketua DPD PAN Jakbar, Lukmanul Hakim mengatakan keempat nama tersebut akan disodorkan ke Rapat Kerja Wilayah DPW PAN DKI Jakarta pada 30 Juli mendatang, untuk diteruskan ke DPP.

“Kami di sini bersama seluruh pengurus mengusulkan nama Anies Baswedan dan Zulkifli Hasan, lalu ada Erick Thohir dan Letjen TNI Joni Supriyanto (Kepala Badan Intelijen Strategis TNI),” kata Lukman, Sabtu (18/6/2022).

Dalam aspirasi yang mengemuka di rakerda, kader PAN Jakbar menginginkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan sebagai capres. Sedangkan Menteri BUMN, Erick Thohir dan Letjen Joni Supriyanto diplot sebagai RI 2.

Lukman yang juga anggota DPRD DKI Jakarta memastikan, keempat nama ini muncul secara bottom up, karena diserap langsung para kader yang sehari-hari bersentuhan dengan masyarakat.

“Tentunya mereka ini yang bersentuhan langsung dengan tokoh masyarakat dan konstituennya di lingkungan masing masing. Berdasarkan itu mereka mengajukan usulan ke DPD, kita tampung semua dan baru kita putuskan,” tambah bang Lukman.

Prinsip yang sama juga berlaku untuk nama Letjen Joni Supriyanto. Meski belum terlalu familiar, ternyata perwira bintang tiga ini juga dilirik massa akar rumput PAN Jakbar sebagai calon pemimpin nasional, atas pertimbangan rekam jejaknya.

“Saya kira Letjen ini sudah sangat matang dan kenegarawan beliau sudah layak. Berdasarkan pertimbangan itulah kami mendukung Letjen Joni jadi cawapres di republik ini,” tegas Lukman.

Sementara itu, Anggota DPR RI Fraksi PAN Dian Istiqomah mengatakan KIB atau Koalisi Indonesia Bersatu tetap akan mengusung Capres 2024 yaitu Anies Baswedan dan Zulkifli Hasan.

“Tetap terus berjuang bersama-sama dengan calon-calon penerus bangsa ini terutama Letjen Joni supriyanto bersama mas Anies kita semua bergerak pesannya beliau itu tetaplah indonesia bersatu, kita tentu di dalam koalisi KIB ini tetap mengusulkan bahwasanya Anies dan Zulkifli Hasan,” ungkapnya.

Diketahui pada 26 Agustus mendatang, PAN akan menggelar Rapat Kerja Nasional yang salah satu agendanya menetapkan 6 nama capres dan cawapres yang akan diusung pada Pilpres 2024. Sekjen PAN, Eddy Soeparno mengatakan, nama yang dihasilkan pada Rakernas nanti bakal dikomunikasikan lagi dengan mitra PAN di Koalisi Indonesia Bersatu, yakni Golkar dan PPP.

“Keenam nama tersebut akan dikomunikasikan dengan partai-partai koalisi kita dalam KIB agar bisa didaftarkan menuju Pemilu pada 14 Februari 2024,” tukas Eddy.

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) juga mengungkapkan bahwa sosok prioritas calon presiden yang akan diusung di Pilpres 2024 adalah ketua umum dari parpol yang membentuk KIB yaitu Golkar, PAN dan PPP.

“Dari internal KIB, tiga ketua umum partai politik dicalonkan di pilpres. KIB memprioritaskan calon dari internal,” kata Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi.

Lebih lanjut, Viva menjelaskan, sosok yang dipilih dari internal bertujuan untuk membangun koalisi semakin kuat dan memperbesar kekuatan politik di Pilpres 2024.

Akan tetapi, Viva menyampaikan, KIB tidak menutup pintu bagi para tokoh di luar koalisi untuk nantinya diusung sebagai capres dan cawapres.

“Dari luar KIB, ada beberapa nama yang telah beredar di publik akan kami monitor dan masuk radar pencalonan di KIB,” ucapnya.

Namun, hingga saat ini KIB belum akan mengumumkan sosok capres dan cawapres yang akan diusung. Sebab, KIB sedang fokus merapikan barisan sampai ke tingkat akat rumput di basis konstituennya masing-masing.

“Waktu penentuan paslon akan ditentukan kemudian,” ungkap Viva.

“Jangan tergesa-gesa. Jangan terburu-buru. Jangan grusah-grusuh. Ojo kesusu,” tambahnya.