Poltracking Indonesia merilis survei nasional elektabilitas calon presiden dan partai politik menuju Pemilu 2024. Dalam survei tersebut PAN meraih elektabilitas sebesar 4,4 persen.

Sekjen PAN Eddy Soeparno menanggapi survei Poltracking ini dengan melakukan analisis mendalam atas poin-poin penting di dalam survei, mengingat sejumlah survei sebelumnya menempatkan PAN dalam posisi di bawah Parliamentary Threshold 4%.

“Pertama tentu kami mengapresiasi hasil survei Poltracking ini dan kami percaya survei dilakukan secara objektif, independen dan kredibel,” kata Eddy di Jakarta, Kamis (9/6).

Menurut Wakil Ketua Komisi VII DPR ini, elektabilitas PAN sebesar 4,4 persen di survei Poltracking menjadi motivasi bagi seluruh kader untuk bekerja lebih keras menuju Pemilu 2024.

“Tentu hasil 4,4 persen ini kan masih dalam Margin of Error. Tapi sebagai gambaran di survei-survei sebelumnya suara PAN diindikasikan 1 persen atau 2 persen, tetapi ketika pemilu bisa di kisaran 7 persen. Artinya, jika hari ini kami di angka 4,4 persen tentu kita yakin ketika Pemilu akan lebih besar lagi,” ungkapnya.

“Tapi apapun hasil survei PAN di masa lalu, para kader PAN terus bekerja keras untuk hadir di masyarakat dan saat ini kita hangatkan mesin partai untuk menghadapi Pemilu 2024,” lanjutnya.

Eddy menjelaskan, sampai saat ini PAN terus melakukan konsolidasi internal dengan melakukan pencalegan dini yang dilakukan seiring sejalan dengan konsolidasi saksi.

“Kami percaya rekrutmen dan sistem penjaringan caleg yang berkualitas akan menghasilkan suara sesuai target pemenangan kami di Pemilu 2024. Kami juga jauh-jauh hari sudah mempersiapkan database saksi berbasis teknologi agar pengawasan suara bisa akurat dan maksimal,” tutup Anggota DPR RI Dapil Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur ini.