Keberhasilan pendidikan bukan hanya ditentukan di mana anak-anak kita bersekolah, tapi lebih ditentukan oleh semangat belajar mereka.

Demikian disampaikan Anggota DPR RI Fraksi PAN Prof. Zainuddin Maliki, menyikapi dimulainya tahun pelajaran 2022-2023, Rabu (20/7/2022)

Zainuddin Maliki menilai dampak dari rayonisasi penerimaan siswa baru mengakibatkan banyak anak yang pintar tetapi tidak bisa masuk sekolah negeri yang sesuai harapnya. Sehingga ia harus puas sekolah di swasta.

Tapi Anggota Komisi X DPR RI ini menegaskan, yang menjadi kunci anak berprestasi, berkepribadian, dan sukses adalah semangat belajar yang tinggi. Bukan karena di mana ia sekolah atau belajar dengan fasilitas yang serba berkecukupan.

Menurut legislator dari Daerah Pemilihan X Lamongan-Gresik ini, untuk memacu semangat belajar harus dimulai dari sekarang dengan cita-cita yang tinggi. Cita-cita menjadi manusia yang sukses, menjadi pemimpin, dan pioneer di bidangnya masing-masing.

“Untuk itu kenalilah minat dan bakat kalian. Karena itu adalah modal yang sangat penting untuk meraih keberhasilan dalam pendidikan,” pesan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya 2003-2011 itu, pada para siswa, dilansir dari Pwmu.co, Kamis (21/7/2022).

Pria kelahiran Tulungagung ini juga berpesan kepada para orangtua dalam memasuki tahun pelajaran 2022-2023. Agar mereka tidak menyerahkan pendidikan secara penuh kepada para pendidik atau guru di sekolah. Zainudin Maliki berharap agar orangtua membantu guru-guru di sekolah dengan menjalankan peran guru ketika anak-anak berada di rumah.

Oleh karena itu, lanjut Zainudin Maliki, di samping berperan sebagai orangtua di rumah, orangtua juga harus bisa menjalankan fungsi sebagai guru di rumah. “Sehingga anak-anak dan putra-putri kita akan mengatakan orangtuaku juga guruku,” kata dia.

Tentu, sambungnya, tugas ini tidak mudah bagi orangtua. Menurut Zainuddin anak-anak di era sekarang kemampuan mengakses informasi sangat cepat. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Mengingat kebiasaan dan kemampuan anak saat melebihi kemampuan orang tuanya

Mantan Ketua Dewan Pendidikan Propinsi Jawa Timur ini berpesan kepada guru-guru dalam menghadapi tahun pelajaran 2022-2023. Jadilah guru yang baik. Jangan berhenti belajar meski sudah menjadi guru.

“Berusahalah memberi kesempatan kepada para siswa didik Anda untuk bertemu dengan guru-guru terbaiknya. Menjadi dekat dengan anak-anak merupakan kebahagiaan tersendiri bagi guru,” ungkapnya.

Dengan kata lain, menurutnya, menjadi pendidik yang baik bukan hanya selesai di dalam kelas, tetapi harus juga mendapatkan kesempatan mengalami apa yang seharusnya dipelajari.

“Experience is the best teacher. Guru terbaik itu adalah pengalaman. Oleh karena itu berilah kesempatan kepada siswa Anda bertemu dengan guru terbaiknya yaitu pengalaman,” pungkas Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur tahun 2015-2020 ini.