Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay menilai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 belum membawa dampak signifikan terhadap penurunan kasus Covid-19 di Tanah Air.

“Kalau kita lihat dari laporan harian, justru orang yang terpapar Covid-19 masih fluktuatif. Kadang naik, kadang turun. Tetapi kisaran naik-turunnya pada 1.000 sampai 1.200 orang per hari. Jadi tetap saja belum ada penurunan signifikan,” kata Saleh, dilansir dari Alinea.id,¬†Senin (2/8/2021).

“Jadi, tetap saja belum ada penurunan signifikan. Begitu juga dengan orang-orang yang dirawat di rumah sakit, masih cukup banyak. Dan termasuk orang meninggal masih tetap lumayan,” sambungnya.

Melihat fakta itu, Saleh meminta pemerintah untuk mengevaluasi PPKM level 4 dan 3 yang sudah berjalan. Kendati demikian, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini memprediksi Jokowi bakal kembali memperpanjang PPKM.

“Kalau melihat hasil yang sudah ada saat ini terkait orang terpapar Covid, saya kira pemerintah cenderung akan memperpanjang PPKM. Mungkin ada pergeseran antara angka saja. PPKM level 4 turun jadi level 3, atau sebaliknya di tempat zona merah atau oranye, naik dari level 3 jadi level 4,” ujarnya.

Jika PPKM kembali diperpanjang, Saleh meminta pemerintah menyempurnakan beberapa aspek yang selama ini masih berjalan tidak sesuai harapan. Pertama, memastikan protokol kesehatan (prokes) dijalankan secara tegas dan ketat.

Sebab, menurut Saleh, prokes yang ketat dan tegas merupakan salah satu cara yang efektif menurunkan Covid-19, yang juga dianjurkan World Health Organization (WHO). “Tentu dengan cara-cara yang humanis ya,” tegasnya.

Kedua, dia mendorong pemerintah mempercepat proses vaksinasi. Dalam beberapa hari terakhir, kata Saleh, proses vaksinasi agak terlambat. “Saya dengar masalahnya adalah karena ketersediaan vaksin yang sangat terbatas. Dan pertengahan Agustus sudah cukup dan sudah bisa untuk didistribusikan secara masif lagi ke daerah-daerah,” katanya.

Saleh menambahkan, jika vaksin sudah tersedia, pemerintah perlu melakukan vaksinasi dengan memprioritaskan daerah-daerah zona merah dan oranye. Sebaliknya, daerah-daerah yang masih pada kategori zona hijau diprioritaskan berikutnya.

Ketiga, memastikan ketersediaan obat-obat terapi Covid-19. Menurutnya, obat terapi Covid-19 sudah langka. Kalaupun tersedia, harga obat sangat tinggi. “Jadi banyak masyarakat tidak dapat mengakses obat-obat itu karena terbatas, langka dan harga sangat tinggi. jadi harus diperhatikan betul-betul oleh pemerintah,” bebernya.

Keempat, memastikan alat dan fasilitas kesehatan seperti tempat tidur, ruang perawatan IGD, ICU di rumah sakit. Kelima, memastikan jaringan pengaman sosial dalam bentuk subsidi dan bantuan sosial cukup dan harus didistribusikan secara merata dan tepat sasaran.

Saleh mengatakan, masyarakat sangat membutuhkan bansos karena tidak semua mampu bertahan di dalam situasi Covid-19 ini. “Bahkan kelompok masyarakat menengah ke bawah benar-benar sangat keberatan dengan perpanjangan PPKM ini. Saya kira pemerintah sudah menghitung terkait dengan keluhan-keluhan tersebut,” ujar dia.

Di sisi lain, Saleh meminta pemerintah mengevaluasi semua kebijakan pengendalian Covid-19 selama ini. Baik PPKM darurat, PPKM mikro, PSBB dan sebagainya. Evaluasi, menurutnya, sangat penting untuk melihat kekurangan dan kelebihan dari kebijakan yang diambil pemerintah.

Saleh menyadari bahwa semua kebijakan tersebut cenderung sama, namun tidak disertai dengan perubahan. Baik terhadap penurunan kasus, angka kesembuhan, angka kematian dan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit.

“Dan bila perlu dari hasil evaluasi tersebut, pemerintah bisa merumuskan lagi kebijakan baru yang lebih komprehensif dan diyakini lebih efektif menurunkan penyebaran dan dalam rangka memutuskan mata rantai penyebaran virus. Karena sejauh ini, perasaan kita, kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah sama saja sebetulnya. Hanya namanya yang diubah-ubah,” kata Saleh.