Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Intan Fauzi, menegaskan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia. Intan memberikan pandangan mengenai nasib UMKM di Indonesia pascapandemi Covid-19.

“Kalau pemerintah terus berbicara ekonomi Indonesia tulang punggungnya UMKM, maka ini harus kita kembangkan,” kata Intan saat menjadi pembicara dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk “Siasat Membangkitkan UMKM Pascapandemi Covid-19” di Media Center DPR, Jakarta, dilansir dari Beritasatu.com, Kamis (9/9/2021).

Intan menyoroti Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 sebagai turunan dari Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Dikatakan, tajuk kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan koperasi dan UMKM tak sepenuhnya berjalan mulus di lapangan.

“Berbagai relaksasi yang ada itu pencairan di lapangan tidak mudah, kemudian juga mungkin data data UMKM, siapa penerima dan sebagainya. Karena tidak semua UMKM ini bisa mengakses,” kata ketua umum Perempuan Amanat Nasional ini.

“Bukan hanya industri yang berubah, tetapi juga UMKM. Jadi, sebetulnya bagaimana harus meningkatkan skill up UMKM ini untuk bisa berkompetisi,” imbuh Intan.

Lebih lanjut, Intan berpandangan kalau berbicara rantai pasokan tata niaga bisnis, sebenarnya UMKM sama dengan usaha lainnya. “Kalau kita bandingkan dengan negara maju, ada link and match. Apa yang diproduksi diserap oleh produksi besarnya,” ucap Intan.

Intinya, lanjut Intan, pascapandemi pemerintah harus menyiapkan rantai pasok bahan baku untuk UMKM. “Yang terpenting adalah pasar. Kadang yang menjadi hambatan selalu disampaikan karena UMKM kita ini belum bisa dari sisi kualitas standarisasi, kemudian tidak bisa berkesinambungan,” kata Intan.