PPKM Darurat yang ditetapkan oleh pemerintah, ditindaklanjuti dengan pengetatan mobilitas domestik baik darat, udara dan laut sejak tanggal 3 Juli 2021.

Namun Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PAN, Ahmad Yohan mempertanyakan mengapa di saat situasi darurat justru warga negara asing tetap diizinkan masuk ke Indonesia?

“Hari ini dengan adanya PPKM darurat, maka seluruh mobilitas domestik dibatasi lebih ketat. Baik darat, udara dan laut. Namun kenapa mobilitas orang asing/WNA masih diberikan kelonggaran dengan membiarkan WNA, baik turis dan TKA terus masuk ke Indonesia tanpa ada barrier?” tanya Ahmad Yohan di Jakarta, Minggu (4/7/2021).

“PAN meminta pada pemerintah agar pengetatan mobilitas darat, udara dan laut juga diperluas hingga pembatasan WNA masuk ke Indonesia. Terutama WNA yang berasal dari sarang berbagai varian Covid-19. Karena sekali lagi PERCUMA bila PPKM darurat diberlakukan secara domestik, sementara WNA diberikan keleluasaan masuk Indonesia,” ungkapnya

Menurut Yohan, jika  merujuk pada regulasi pembatasan mobilitas yang beredar terkait PPKM darurat, maka PPKM darurat hanya berlaku secara domestik di wilayah Jawa dan Bali saja. Artinya, mobilitas warga asing ke Indonesia masih dibuka/diberikan kelonggaran.

“Kami sangat khawatir, dana Penyelamatan Ekonomi Nasional (PEN) ratusan triliun yang dikocek dari APBN dan PPKM darurat ini ibarat membuang garam di laut, karena pembatasan mobilitas hanya dilakukan secara domestik. Akibatnya, mata rantai penyebaran Covid-19 dengan berbagai varian yang datang dari luar Indonesia, tidak bisa terputus penyebarannya,” tutup Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur ini.