Dalam melaksanakan program deradikalisasi, pemerintah diminta untuk bertindak proporsional dan berkeadilan. Pemerintah tidak boleh ikuti arus framing yang dilekatkan pada suatu kelompok tertentu.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) DPR RI Saleh Partaonan Daulay, dilansir dari Vanusnews.com, Sabtu (10/4/2021).

Saleh menghimbau kepada pemerintah, semua informasi yang diterima harus diverifikasi dan divalidasi secara baik.

“Kalau ada kelompok tertentu yang dituduh radikal, harus diverifikasi. Siapa orangnya, apa ajarannya, apa target sasarannya, dimana mereka bergerak, dan lain-lain,” kata Saleh.

Menurut Saleh, hal itu sangat penting, sebab Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

“Pasti banyak keragaman dalam pengamalan ajaran agama. Keragaman itu tidak serta merta salah dan dapat disebut radikal. Sebagian besar di antaranya sudah mengakar ratusan tahun,” jelas Ketua DPP PAN ini.

Saleh mengingatkan, program deradikalisasi dan peneguhan Islam moderat di Indonesia harus terus dilakukan, bahkan selalu ditingkatkan terutama di era globalisasi dan digitalisasi saat ini.

“Namun, program deradikalisasi itu tidak boleh mengucilkan kelompok-kelompok tertentu. Faktanya, Indonesia adalah negara yang penduduknya sangat toleran,” ungkap Saleh.

Saleh Daulay menilai, kalau ada yang menyimpang, itu bukanlah esensi dari ajaran agama.

“Bisa jadi, itu hanya bagian dari kesalahan dalam memahami teks-teks agama. Pada titik inilah, edukasi dan sosialisasi Islam moderat perlu diterapkan,” imbuh anggota Komisi IX DPR RI ini.

Saleh melihat ada juga sekelompok orang tertentu yang merasa paling benar dan menyalahkan kelompok lain, bahkan menuduh yang lain sebagai kelompok radikal.

“Sikap menuduh dan menyudutkan kelompok lain tentu tidak benar. Apalagi, tuduhan itu tidak didasarkan atas bukti yang valid. Hanya didasarkan asumsi dan dugaan,” terang Saleh.

Lebih lanjut legislator asal Dapil Sumut 2 ini mengaku khawatir apabila hal ini dibiarkan akan menimbulkan sikap saling curiga.

“Pada titik tertentu, bisa merusak ukhuwah dan persaudaraan internal umat beragama. Intinya, apa pun alasannya, sikap menuduh dan menyudutkan ini tidak baik. Sebaliknya, silaturrahim dan peneguhan persatuan itu yang harus dikedepankan,” pungkas Saleh Daulay.