Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Barat, Desy Ratnasari, meminta petugas di lapangan lebih kooperatif saat melaksanakan penindakan PPKM darurat ke pedagang kaki lima (PKL). Sebab, tak sedikit PKL yang kehilangan modal usaha akibat diusir petugas.

“Kita juga minta petugas lebih manusiawi tidak atas nama hukum bisa bertindak seenaknya. Padahal banyak kok petugas kepolisian atau Satpol PP yang bertindak kooperatif pada pedagang, bahkan jadi pembelinya itu harus jadi contoh,” ujar Desy, dilansir dari Detikcom, di gedung DPW PAN Jabar, Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Kamis (22/7/2021).

Desy mengatakan perlu adanya komunikasi lebih intens antara petugas dan PKL. Sehingga, tujuan dari penekanan COVID-19 bisa diatasi lebih humanis.

“Di sinilah peran komunikasi sangat penting, sehingga petugas yang menjalankan tugasnya bisa memberi pengertian pada pedagang. Pedagang pun harus maklum dan paham terhadap peraturan yang berlaku, jadi teknis PPKM ini memang harus disosialisasikan dulu,” kata dia.

Di samping itu, Desy mengatakan pemerintah perlu mengkaji ulang aturan soal berjualan di jalan hingga makan ditempat. Sebab, kata dia, banyak keluhan dan laporan yang masuk terkait para PKL yang kehilangan konsumen.

“Para pedagang ini kan tidak semua terjangkau oleh baruan sosial yang masuk. Mereka yang berdagang ini harusnya tetap, jaga sanitasi dan menjaga protokol kesehatan. Di sisi lain, sistem take away juga tetap dijalankan,” kata dia.

Seperti diketahui, aksi petugas di lapangan saat menindak pelanggar menjadi sorotan. Terakhir kasus anggota Satpol PP yang memukul seorang perempuan.