Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay mengatakan, adanya kejadian penggunaan rapid test antigen bekas atau daur ulang di Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara, harus menjadi perhatian bagi Kementerian Kesehatan (Kemkes).

Artinya, Kemkes harus memenuhi kebutuhan alat tes Covid-19 yang cukup di semua bandara. Baik berupa alat rapid test antigen maupun swab polymerase chain reaction (PCR).

“Kami minta Kemkes menyiapkan alat-alat tes Covid-19 itu yang cukup untuk ditaruh di bandara, sehingga orang tidak berpikir untuk mencari yang daur ulang,” kata Saleh, dilansir dari Beritasatu.com, Rabu (28/4/2021).

Menurut Saleh, adanya kejadian tersebut karena ada celah untuk memanfaatkan, yakni karena ada kekurangan alat rapid test antigen. Padahal, telah ada anggaran untuk pengadaan alat rapid test antigen ini yang dikelola oleh Kemkes.

Dikatakan Saleh, anggaran untuk pengadaan alat-alat tes Covid-19 ini dialokasikan per semester dengan besaran sekitar Rp 6 triliun untuk pengadaan rapid test antigen dan swab PCR.