Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi mengatakan, semua partai memiliki cita-cita yang sama, yakni meraih kemenangan.

“Setiap partai politik peserta pemilu dipastikan memiliki target yang sama, yaitu menjadi partai politik pemenang pemilu. Yang memiliki kursi banyak di lembaga legislatif, baik di DPR RI maupun di DPRD provinsi, kabupaten/ kota, serta paslon capres/cawapres yang diusung terpilih di pemilu presiden,” kata Viva, dilansir dari Detikcom, Senin (18/10/2021).

“Menjadi partai pemenang pemilu adalah cita-cita dari seluruh partai politik peserta pemilu, baik itu Golkar, PAN, dan partai politik lainnya,” lanjutnya.

Viva lantas mengungkap hubungan baik PAN dengan Golkar. Viva berharap hubungan baik itu dapat selalu terjaga.

“PAN selama ini memiliki hubungan yang baik dengan Partai Golkar. Bahkan setelah kongres PAN di Kendari Sulawesi Tenggara lalu, pengurus DPP PAN yang dipimpim Zulkifi Hasan bersilaturahmi dengan Pak Airlangga Hartarto dan pengurus DPP Partai Golkar di kantornya, Slipi Jakarta. PAN merasa senang jika dapat terus berkomunikasi dengan Partai Golkar dan tetap akan menjaga hubungan yang harmonis ini,” ujarnya.

Namun, PAN belum menentukan sikap koalisi di pemilu 2024. Hal itu tergantung keputusan Ketua Umum.

“Untuk pilpres 2024, sikap PAN yaitu sesuai dengan hasil Rakernas II PAN, Agustus 2021, bahwa Rakernas memberikan kewenangan penuh kepada Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam penentuan pasangan calon di pilpres 2024,” ujarnya.

“Pilpres masih lama. Saat ini PAN masih fokus dalam program penyelesaian konsolidasi partai, menyelenggarakan program kemanusiaan, misalnya memberikan vaksin gratis, sembako dan obat-obatan gratis,” sambung Viva.

PAN berharap semua partai politik dapat menjadikan pilpres dan pileg 2024 sebagai sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat. Kegiatan yang bedampak pada kualitas kehidupan demokrasi.

“PAN berharap kepada Partai Golkar dan seluruh parpol lainnya untuk memposisikan pemilu sebagai sarana pengejahwantahan kedaulatan rakyat harus berjalan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber dan jurdil), penyelenggara pemilunya berintegritas dan mandiri, sehingga dapat difungsikan sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran dan sebagai proses pendidikan politik rakyat yang berdampak pada peningkatan kualitas kehidupan berdemokrasi dan kesejahteraan masyarakat serta kemakmuran bangsa,” ujarnya.

“Buat apa pemilu diselenggarakan secara periodik tetapi fungsi kesadaran, partisipasi, dan kesadaran politik rakyat terabaikan, serta tidak menguatkan pelembagaan demokrasi Indonesia,” lanjut Viva.