Wakil Ketua Umum Viva Yoga Mauladi mengecam pengeroyokan Dosen Universitas Indonesia sekaligus Ketua Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS) di kemarin. Ia menilai perilaku oknum tersebut sudah mencemarkan niat positif mahasiswa khususnya aliansi BEM SI yang berdemo di depan Gedung DPR, Senayan.

“PAN mengecam keras tindak kekerasan kepada siapa pun sesama anak bangsa, termasuk kepada Ade Armando. Main hajar, main hakim sendiri, kekerasan fisik bertentangan dengan nilai agama, kemanusiaan, dan nilai demokrasi,” kata Viva Yoga, dilansir dari Kumparan.com, Selasa (12/4/2022).

“Setajam dan sebesar apa pun perbedaan pandangan dan sikap politik semestinya diarahkan pada jalur dan mekanisme berdemokrasi, yang argumentatif, dialogis, dan rasional. Oleh sebab itu sikap barbarian itu tidak cocok hidup di bumi demokrasi,” imbuhnya.

Viva menegaskan insiden tersebut tak bisa ditolerir. Sehingga ia meminta aparat kepolisian segera menindak pelaku penyerangan Ade Armando.

“Dalam rangka menegakkan hukum, PAN meminta pihak kepolisian untuk mengusut kasus barbarian ini agar jangan terulang lagi,” ujarnya.

Viva Yoga mengatakan Pemilu 2024 akan berjalan sesuai jadwal dan konstitusi. Tak seperti isu yang diangkat dan dikhawatirkan BEM SI dalam demo, yakni adanya penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Di sisi lain, Viva Yoga mengapresiasi gerakan mahasiwa kemarin. Ia berharap mahasiswa bisa terus mengawal jalannya pemerintahan dengan baik.

“Kawan-kawan mahasiswa, tetaplah sebagai moral force dan agent of change, yang menjaga Indonesia dan merawat kebinekaan NKRI. Di tanganmu lah nasib masa depan bangsamu. Tetap murni untuk mengawal pemerintahan agar terus bekerja dengan baik sesuai tujuan pembangunan nasional,” ujar Viva Yoga.

“Presiden Jokowi sudah jelas dan tegas menyatakan bahwa pemilu serentak akan diselenggarakan pada 14 Februari 2024 dan pilkada di bulan November 2024. Hal ini tentu akan menjadi bukti keseriusan pemerintah untuk tunduk, taat, dan patuh pada konstitusi,” tandasnya.