Mantan juru bicara KPK Febri Diansyah mengungkap ada satu pertanyaan pegawai KPK dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), yaitu diminta untuk memilih antara kitab suci atau falsafah negara.

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, mengkritisi adanya pertanyaan itu. Sebab, menurutnya tak seharusnya Pancasila atau Al-Quran dipertentangkan.

“Kalau apakah kita memilih Al-Quran dan Pancasila, saya kira itu bukan pilihan. Saya kira kurang tepat karena keduanya saling mengisi,” kata Saleh, dilansir dari Kumparan.com, Rabu (2/6/2021).

Dia menyebut 5 sila dalam Pancasila sejalan dengan ajaran Al-Quran, soal ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, keadilan, dan seterusnya.

” Jangan dipertentangkan antara Al-Quran dan Pancasila, tidak bisa dipertentangkan karena banyak juga sari-sari inti Al-Quran yang mencerminkan sikap-sikap pancasila,” ucap Saleh.

“Bagaimana nilai kemanusiaan tergambarkan dalam Al-Quran, semangat persatuan, musyawarah mufakat, keadilan sosial itu ada dalam Al-Quran. Semua tercermin di situ,” tambahnya.

Di sisi lain, jika Pancasila dan Al-Quran dijadikan pilihan, maka akan muncul pertentangan kitab suci agama lain dengan Pancasila dalam tes peralihan menjadi ASN.

“Nanti besok-besok bagaimana Pancasila dan kita suci agama lain. Ini kebetulan saja AlQuran itu disebut. Kalau kitab suci lain gimana? Seakan-akan ini bertentangan dengan agama,” katanya.

Sebelumnya, sebanyak 51 pegawai KPK didepak dari KPK melalui tes TWK. Padahal, mereka sedang menangani kasus-kasus besar. Pemecatan melalui SK Ketua KPK Komjen Firli Bahuri itu tak sejalan dengan perintah Jokowi.