Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay, mengapresiasi langkah Kementerian Kesehatan atau Kemenkes dan instansi lain yang membentuk Satgas Oksigen. Ia berharap satgas ini dapat menyelesaikan masalah kelangkaan oksigen yang terjadi belakangan ini.

“Dengan begitu, pasien-pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen dapat dilayani dengan baik. Keterlibatan TNI, Polri, rumah sakit, produsen, dan pemerintah daerah dalam satgas dinilai sangat tepat,” katanya, dilansir dari Beritasatu.com, Selasa (3/8/2021).

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di DPR ini menilai sudah sepantasnya satgas ini dapat segera menyelesaikan masalah ketersediaan oksigen. Apalagi, aparat kepolisian dan TNI dapat segera mengungkap faktor-faktor yang menyebabkan kelangkaan.

Satgas ini diharapkan dapat bekerja lebih cepat. Sebab, secara faktual tingkat penyebaran Covid-19 masih sangat tinggi. Kebutuhan akan oksigen juga masih sangat banyak.

“Agar lebih efektif, satgas ini sebaiknya dilengkapi dengan kewenangan untuk memberikan sanksi. Sanksi kepada pihak-pihak yang dinilai menyebabkan kelangkaan,” tegas Saleh.

Namun demikian, harus diakui bahwa satgas ini belum tentu bisa bekerja secara maksimal di seluruh daerah. Sebab, tidak semua daerah memiliki produsen oksigen. Daerah-daerah yang tidak memiliki produsen oksigen tersebut harus dibantu oleh daerah lain.

“Kan tidak semua daerah memiliki produsen oksigen. Satgas ini diharapkan dapat memetakan kebutuhan oksigen di seluruh daerah. Lalu dari situ, satgas dapat mencari formulasi agar kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat dipenuhi,” tutup Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR tersebut.

Sebelumnya Kemkes membentuk Satgas Oksigen yang terdiri dari pemerintah daerah (pemda), rumah sakit, TNI dan Polri, dan produsen dari daerah tersebut, terutama di daerah yang menerapkan PPKM level 4. Satgas Oksigen dibentuk guna memastikan kebutuhan pasokan oksigen di daerah PPKM level 4, termasuk di luar Jawa.