Harga pemeriksaan COVID-19 melalui GeNose C19 akan mengalami kenaikan menjadi Rp 30 ribu per orang. Komisi VII DPR RI meminta agar tarif GeNose dikaji ulang supaya tidak menjadi beban masyarakat.

“Kita minta supaya publik jangan terbebani dengan biaya yang lebih besar. Nah itu yang kami sampaikan dan itu harus sedianya dikaji ulang kembali,” kata Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno, dilansir dari Detikcom, Kamis (18/3/2021).

Sekjen PAN itu menilai awal mula tujuan GeNose bukan untuk keperluan komersial, melainkan memiliki tujuan terkait aspek kesehatan dan keamanan masyarakat.

“Hal itu perlu dikaji ulang karena GeNose itu tujuannya bukan untuk komersialisasi karena itu menyangkut aspek kesehatan, menyangkut aspek keamanan, dan menyangkut aspek kepentingan publik, sehingga hal tersebut jangan dijadikan alat untuk dikomersialisasi karena pada akhirnya publik merasa dirugikan karena publik terpaksa memang harus menggunakan GeNose untuk bisa berpergian menggunakan transportasi publik,” ungkapnya.

Eddy juga mengatakan harga GeNose untuk pemeriksaan screening COVID-19 hanya sekitar Rp 15-20 ribu. Menurutnya, harga tersebut tidak membuat rugi pemilik GeNose.

“Setahu kami harga dari GeNose untuk pemeriksaan warga pemeriksaan publik yang menggunakan jasa transportasi umum itu 15-20 ribu rupiah. Dan dengan 20 ribu rupiah pun sudah masuk dalam hitungan ke perekonomian, sehingga itu tidak rugi bagi pemilik GeNose,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, tarif pemeriksaan COVID-19 melalui GeNose C19 akan mengalami kenaikan mulai Sabtu (20/3) mendatang. Dari yang awalnya Rp 20 ribu per orang, terhitung mulai hari itu tarif yang dikenakan menjadi Rp 30 ribu per orang.