Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PAN, Prof. Zainuddin Maliki, mendukung upaya pemerintah menciptakan kultur sekolah yang toleran dan menciptakan persatuan.

Sebagai langkah awal, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar Survei Lingkungan Belajar di berbagai Sekolah Penggerak. Survei ini merupakan satu dari tiga bagian Program Asesmen Nasional bersama dengan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Survei Karakter.

Survei Lingkungan Belajar menghasilkan data tentang iklim keamanan dan iklim kebinekaan di sekolah yang merupakan prakondisi terjadinya pembelajaran. Selain itu, survei tersebut juga mengukur kualitas pembelajaran dari perspektif siswa, guru, dan kepala sekolah.

“Saya harap survei ini lebih komprehensif menjangkau outcome, benefit dan impact-nya untuk masyarakat dan negara. Survei ini diharapkan menjadi pemecah masalah dan Komisi X siap mendukung,” ujar Zainuddin Maliki, dilansir dari Kontan.co.id, Kamis (5/8/2021).

Menurut Zainuddin, masih terdapat mispersepsi di masyarakat yang menerima potongan-potongan survei yang dianggap tendesius dan bernada politik. Namun, dengan penjelasan yang ada, mispersepsi bisa dikurangi.

Zainuddin menegaskan, Survei Lingkungan Belajar tidak hanya berhenti di output yang bersifat jangka pendek, tetapi bisa menciptakan outcome yang memberi dampak jangka panjang.

“Yang terpenting harus perhatikan cara mengemasnya, jangan bias dan jangan menggiring. Itu harus dihindari. Ini masalah sensitif. Kalau substansinya sudah OK,” jelasnya.