Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta mendukung Pemprov DKI untuk memulai pembelajaran tatap muka di 100 sekolah yang menjadi pilot project. PAN menilai penerapan kegiatan belajar mengajar tatap muka justru bisa menjadi sarana edukasi protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.

“Saya rasa memang wajar kita khawatir anak terpapar, tapi tidak perlu berlebihan. Yang terpenting mulai memikirkan persiapan sekolah untuk kembali dibuka. Saat di sekolah, pandangan saya justru lebih bermanfaat anak mendapat edukasi secara terarah dan menggunakan protokol kesehatan,” kata penasihat Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani, dilansir dari Detikcom, Sabtu (20/3/2021).

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini berani mendorong agar sekolah tatap muka dibuka atas sejumlah data bahwa risiko penularan COVID-19 pada anak-anak lebih rendah. Dia juga memaparkan data COVID-19 di Ibu Kota.

“Saya tidak bisa mengaminkan kalau anak rentan COVID. Data dari P4C (China), melaporkan pasien usia di bawah 19 tahun hanya 2%. Penelitian dari Amerika, bahwa hanya 1% pasien COVID dari anak-anak,” kata Zita.

“Data dalam negeri, di website corona.jakarta.go.id, melaporkan usia produktif 20-39 tahun yang mendominasi. Anak-anak sangat minim terpapar virus,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Zita menyinggung Provinsi Jawa Barat yang telah siap membuka sekolah tatap muka. Dia meminta agar Jakarta tidak kalah dari provinsi lain.

“Pendidikan dan ekonomi harus sama-sama prioritasnya. Ibu Kota jangan kalah dengan daerah. Contoh Jawa Barat, mereka sudah siap untuk buka beberapa sekolah. setidaknya ada usaha untuk coba tatap muka. saya berharap DKI juga bisa ikhtiarkan itu,” tutur Zita.

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya merencanakan sekitar 100 sekolah menjadi pilot project pembelajaran tatap muka di masa pandemi COVID-19. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan sekolah yang akan ditunjuk terdiri dari berbagai jenjang pendidikan.