Menteri BUMN Erick Thohir mengumumkan obat terapi COVID-19 bernama ivermectin yang manfaatnya dianggap menurunkan jumlah penderita Corona dan kematian di India dan 15 negara lain di dunia. Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay, mendorong pemerintah segera melakukan uji klinis agar ivermectin benar-benar aman dikonsumsi.

“Tentu harus ada kajian yang lebih mendalam akademik terkait ivermectin dan saya setuju jika ivermectin ini dilakukan uji klinis sehingga dipastikan kebermanfaatannya dalam rangka mengobati orang yang terpapar Covid-19,” ujar Saleh, dilansir dari Detikcom, Selasa (22/6/2021).

Sejauh ini, kata Saleh, ivermectin aman dikonsumsi sebagai obat cacing. Ia meyakini ivermectin tidak berbahaya. Meski begitu, penggunaan ivermectin perlu dalam pengawasan dokter.

Lebih lanjut, kata Saleh, pemerintah perlu mewaspadai timbulnya kepanikan masyarakat sehingga memborong ivermectin. Dikhawatirkan pula banyak masyarakat yang memanfaatkan momentum sehingga menimbun ivermectin.

“Supaya tidak terjadi gejolak di masyarakat seperti memborong obat kemudian menimbun dan seterusnya maka pemerintah betul-betul harus memberikan penjelasan yang utuh terkait ini supaya masyarakat itu itu memang menggunakannya sesuai dengan apa yang yang dianjurkan,” ucap Saleh.

“Yang mengerti soal ini tentu farmakolog, masyarakat tidak perlu menimbun dan membeli berlebihan kalau ini bisa mengobati tentu pemerintah akan mensuplai dalam bentuk banyak dan besar,” jelas Saleh.