Pemprov DKI Jakarta merenovasi 40 rumah yang rawan banjir di Kampung Melayu, Jakarta Timur, menjadi rumah model panggung. PAN DKI Jakarta menyoroti pembangunan rumah vertikal itu bukan solusi jangka panjang.

“Kalau mau jangka panjang, lebih baik dipindahkan ke tempat yang layak huni, daerah yang aman. Pemprov ganti untung ke warga. Itu solusi terbaik hemat saya,” kata Penasihat Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani, dilansir dari Detikcom, Senin (5/4/2021).

Politikus PAN itu mengungkapkan, Kampung Melayu merupakan wilayah bertanah rendah serta padat penduduk. Semestinya, Pemprov DKI merelokasi warga ke daerah lain dibanding membangun rumah model panggung.

“Namun untuk jangka panjang tentu harus dipikirkan lagi. Kampung Melayu itu daerah tanah rendah dan padat penduduk. Harusnya tidak untuk hunian,” jelasnya.

Meskipun bukan solusi terbaik, Zita mengatakan program kampung vertikal ini merupakan program baik. Setidaknya warga bisa terlindungi dari dampak banjir.

“Renovasi rumah warga, itu bagus. Antusiasnya pasti tinggi, karena dibuat jadi lebih nyaman. Apalagi niatnya agar tidak tergenang karena banjir. Kebetulan itu dapil saya, mayoritas konstituen saya. Sebagai warga Jakarta Timur, saya apresiasi Pemprov bangun rumah tingkat,” jelasnya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta merenovasi puluhan rumah di Kampung Melayu, Jakarta Timur, menjadi model panggung. Puluhan rumah tersebut berada di kawasan yang menjadi langganan banjir.