Angka kasus positif Covid-19 tercatat bertambah sebanyak 34.257 orang per Senin (19/7/2021), lebih rendah dari hari Minggu (18/7/2021) yang bertambah sebanyak 44.721 orang dan Sabtu (17/7/2021) sebanyak 51.952 orang.

Menurut Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Intan Fauzi, penurunan angka positif itu bukanlah satu hal yang menggembirakan. Pasalnya, hal itu terjadi karena adanya penurunan jumlah testing yang dilakukan pemerintah.

Berdasarkan data yang ia terima, angka testing pada hari Sabtu berjumlah 188.551 orang diperiksa, dengan spesimen yang diambil dan diperiksa sebanyak 251.392 sampel.

Sedangkan pada hari Minggunya, terjadi penurunan yang cukup drastis yaitu menjadi 138.046 orang yang diperiksa, dengan spesimen yang diambil dan diperiksa sebanyak 192.918 sampel.

“Kalau pertanyaan apakah kasus positif ini turun? Ya turun. Tapi spesimen dari 250 ribuan (hari Sabtu) ke 190 ribuan (hari Minggu) kan turun juga,” ujar Intan Fauzi, dilansir dari RMOL.id, Senin (19/7/2021).

Menurut intan, baik tracing maupun testing sudah seharusnya menjadi kewajiban pemerintah untuk ditingkatkan, bukan justru dikurangi jumlah pengujiannya.

“Tes dan tracing itu tidak boleh dikurangi, karena itu sudah dianggarkan. Kemudian itu adalah parameter untuk mengetahui jumlah kasus harian,” terangnya.

Di samping itu, Intan memandang penambahan kasus yang naik signifikan pada pekan kemarin, seharusnya membuat pemerintah menambah jumlah spesimen yang harus diuji.

“Dengan kasus yang tinggi ini, sebaiknya tes dan tracing dilakukan tinggi supaya bisa menemukan yang memang terindikasi positif bisa segera terdeteksi,” tandasnya.

Terkait pendataan kasus Covid-19 per Minggu 18 Juli, Humas BNPB selaku unsur terkait Satgas Penanganan Covid-19, meralat data jumlah orang dan spesimen yang diperiksa.

Di mana, jumlah orang yang diperiksa diubah menjadi 138.175 orang. Sementara, jumlah spesimen yang diambil dan diperiksa menjadi 193.437 sampel.