Anggota DPRD Kota Medan Abdul Rahman Nasution SH atau ARN menyampaikan syukur kepada Allah SWT karena kehadirannya sebagai anggota legislatif benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kota Medan.

Ungkapan syukur itu disampaikan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu saat menutup Reses Masa Sidang I Tahun ke III/2021 di lapangan terbuka Jalan Kelambir V Gg Rahmad, Lingkungan II Kelurahan Tanjung Gusta Kecamatan Medan Helvetia, Sabtu (18/12). Sebelumnya, kegiatan yang sama juga dilakukan di Jalan Karya Gg Wakaf Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat,Medan.

Rasa syukur itu disampaikan Abdul Rahman atau akrab disapa Mance ini setelah salah seorang warga menyampaikan terima kasih karena atas inisiasi anggota dewan ini, kelompok mereka mendapatkan bantuan mesin jahit dari Pemko Medan. Banyak hal yang sudah dilakukan Mance, khususnya dalam mengawal pembangunan infrastruktur di daerah pemilihannya, Medan Barat, Medan Helvetia,Medan Baru dan Petisah.

“Ucapan ini membuat saya lebih bersemangat untuk terus membantu apapun itu urusan masyarakat yang terkendala birokrasi atau lainnya,” ujar Mance puas, menandakan kegembiraannya atas amanah yang diberikan padanya dapat dikerjakan dan berbuah manis bagi masyarakatnya.

Mance menuturkan, selama ini dia juga kerap melakukan sosialisasi peraturan daerah guna memberi informasi kepada masyarakat soal program pemko Medan dalam hal pengentasan kemiskinan, serta mendapatkan hak hak seperti pelayanan kesehatan, beasiswa, pelatihan keterampilan, rasa aman dan pembangunan baik fisik maupun prasarana.

Nah, sekarang saya melakukan reses, menjemput aspirasi saudara-saudaraku agar bisa disampaikan pada sidang paripurna DPRD Kota Medan nantinya bersama Pemko Medan. Makanya, dalam pertemuan ini saya mengundang OPD terkait, antara lain Wawan Setiawan dari Dinas PU,Linda Silalahi dari Dinas Sosial, Drs Abdul Gani M.Pd dari Dinas Pendidikan, Irfan Abdilla dari Dispora dan mewakili Camat Medan Helvetia, Kasipem Untung SM.

Sesungguhnya banyak program Pemko Medan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang kesejahteraannya, tinggal bagaimana masyarakat itu sendiri bisa menjemputnya. Misalnya, ada program beasiswa bagi anak SD dan SMP untuk anggaran 2022, saya sebagai anggota dewan yang masuk dalam banggar, perlu menginformasikan bahwa anggaran untuk beasiswa ini juga sudah disahkan dewan.

Nah, sebagai masyarakat konstituen saya, saya ingin anak-anak kita dapat semua dan untuk memperjuangkan ini, Rumah Aspirasi ARN di Jalan Karya 2 Sei Agul Medan, sengaja saya dirikan untuk menampung apa saja keluhan warga.

Mance juga menjelaskan, bahwa tahun 2022 ini, kota Medan yang seharusnya sudah masuk dalam program UHC atau Universal Health Coverage, berhubung masa pandemi covid belum juga berakhir dan premi BPJS pun naik, maka terpaksa ditunda. Dan, pemko Medan menggantinya dengan menambah 100.000 kartu BPJS gratis. Nah, ini juga harus kita jeput.

“Hingga saat ini, ada sekitar 1.000 BPJS gratis warga kita uruskan lewat Rumas Aspirasi ARN,” ujar Mance.

Dalam reses penuh keakraban itu, Abdul Rahman juga menerima keluhan lampu jalan yang padam, permohonan pengadaan sound sistem untuk senam ibu-ibu, pengadaan infokus untuk kegiatan remaja masjid, perbaikan sarana jalan dalam gang, serta cara mendapatkan beasiswa dan bantuan pemerintah lainnya secara nasional seperti PKH dan lainnya.

Utusan dari Dinas Sosial menjelaskan, warga yang mendapatkan PKH dan bantuan lainnya mesti masuk dalam Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan silahkan konfirmasi ke kepling. Namun, para kepling yang hadir sempat juga berkeluh kesah kalau data penerima bantuan seperti PKH tidak valid, misalnya ada orang yang sudah meninggal masih mendapat bantuan itu.

“Kami selalu disoroti masyarakat, dituduh ga becus memilih penerima bantuan, padahal kami tidak pernah tahu pendataannya,” ujar Sinaga, Kepling 4 Tanjung Gusta.

Untuk ini Abdul Rahman menyarankan kepada para kepling untuk melaporkan data penerima bantuan yang tidak sesuai keadaannya. Abdul Rahman juga menekankan bahwa itu merupakan tanggung jawab kepling, agar penerima bantuan PKH lainnya dapat merasakan giliran menerima bantuan itu. Artinya, orangnya jangan yang itu itu saja, kalau sudah ‘wisuda’ atau tidak miskin lagi, biarlah kita cari warga lain yang benar-benar tergolong miskin,” ujarnya seraya berharap seluruh jajaran kecamatan, kelurahan dan kepala lingkungan benar-benar melayani masyarakat sebaik-baiknya. Khususnya dalam persoalan adminduk dan lainnya seperti pengurusan surat kegiatan usaha maupun Surat Keterangan Ahli Waris (SKAW).

Abdul Rahman juga menyerukan kepada warga untuk mendatangi Rumah Aspirasi ARN ijka ada urusan apapun menyangkut hak hak warga yang perlu diperoleh dari Pemko Medan, kita siap membantu,” tegas Mance.