Wakil Ketua Komisi VII Eddy Soeparno mengkritisi pernyataan awal manajemen PT Pertamina (Persero) yang menyebut kebakaran di Kilang Balongan karena tersambar petir. Menurutnya, itu pernyataan konyol.

“Ini saya mau interaktif dengan Ibu Dirut, komentar pertama yang datang dari Pertamina ketika kejadian itu terjadi, itu adalah bahwa kejadian ini akibat tersambar petir. Saya mau tanya ibu, yang menyampaikan ini ada nggak di ruangan ini?” tanya Eddy dalam rapat dengan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, dilansir dari Detikcom, Senin (5/4/2021).

“Corporate secretary dari PT KPI (Kilang Pertamina Internasional) kilang, tidak hadir,” jawab Nicke.

Menurut Eddy, dugaan Pertamina soal Kilang Balongan yang terbakar akibat tersambar petir mirip pernyataan PT PLN (Persero) ketika menanggapi listrik padam massal Jakarta karena pohon sengon.

“Kasusnya kurang lebih serupa dengan apa yang terjadi dengan PLN tahun lalu, ketika ada pemadaman massal di DKI dan itu disampaikan, dan ini spontanitas ini adalah disebabkan oleh pohon sengon yang menurut kami konyol,” ujar Eddy.

Dia bilang, hal itu juga serupa pernyataan PLN yang menyebut naiknya tagihan listrik pelanggan secara mendadak gara-gara banyak masyarakat berada di rumah dan nonton drama korea (drakor).

“Sama juga dengan PLN lagi yang menyatakan karena mendadak ada kenaikan tagihan di pelanggan disebabkan karena sekarang masyarakat lebih banyak di rumah nonton drakor, saya pikir (itu) konyol,” katanya.

Menurut Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, dalam kondisi tersebut masyarakat memerlukan berita yang menenangkan. Dia bilang, pernyataan tersambar petir tidak mencerminkan Pertamina sebagai perusahaan berkelas dunia.