Partai Amanat Nasional (PAN) menegaskan sikap politik dalam Pilpres 2024 akan fokus menaruh perhatian politik yang sehat. Yakni politik yang merangkul serta meninggalkan istilah cebong dan kampret dalam persaingan politik.

“Mari PAN menjadi perekat, saatnya merangkul bukan memukul, sekarang menyayangi bukan membenci. Kita keluarga besar NKRI, saudara, jadi tidak ada cebong, tidak ada kampret, itu sudah harus diakhiri,” kata Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, usai agenda Roadshow Komite Pemenangan Nasional di Hotel Sheraton, Surabaya, dilansir dari Infoindonesia.id, Minggu (20/3/2022).

Zulhas menyatakan, senada dengan logo PAN, kadernya dituntut untuk bisa merangkul semua elemen masyarakat. Juga memberi pengetahuan dan sentuhan nyata terhadap masyarakat dengan mengusung gerakan politik jalan tengah.

“PAN itu logonya matahari. Matahari itu memberikan kasih sayangnya. Ini enggak membeda-bedakan orang. Siapa saja dapat kehidupan sinar matahari itu sama, itulah yang kami sebut dengan rahmat semesta alam,” terang Zulhas.

Saat ditanya tentang safarinya di Jatim, Zulhas menyebut selama delapan hari berkeliling di Probolinggo, Situbondo, Pasuruan, pihaknya mendapat respon baik dari semua kalangan, mulai pondok pesantren hingga pegiat budaya.

“Luar biasa. Saya baru di sini (Jatim) selama delapan hari ini, saya mendapat pengalaman yang luar biasa, saya diterima, dibukakakan pintu untuk silaturahim dengan berbagai kalangan, termasuk pondok-pondok besar, kiai, yang menjadi panutan di Jatim ini,” ungkap dia.

“Responnya sangat luar biada, di Tapal Kuda, pondok-pondok pesantren itu besar membuka pintunya kepada kami. Tentu nanti akan kita tindaklanjuti untuk bisa bekerja sama membangun Jawa Timur, membangun Indonesia yang lebih baik,” ujar Zulhas.

Zulhas juga berpesan kepada kader PAN di Jatim untuk lebih bekerja keras membantu pemerintah provinsi menuntaskan permasalahan COVID-19 dan mengembalikan geliat ekonomi.

“Saya juga meminta kepada kader-kader membantu sekuat tenaga khususnya Jawa Timur yang terdampak COVID-19 semampu yang kita bisa,” pungkasnya.