Situasi pandemi COVID-19 telah banyak merenggut jiwa dan kemerdekaan hidup. Peristiwa tersebut mengingatkan kita pada sebuah cerita tentang bagaimana Tuhan menghancurkan kota Sodom dan Gomorah.

Grafik penyebaran virus corona yang terus meningkat, kita diharapkan untuk memberi dukungan penuh kepada pemerintah daerah untuk bersikap. Para dokter dan tenaga medis adalah tempat kita bersandar. Setiap hari, sirene ambulans terus terdengar, rumah sakit sebagai tempat pengadilan terakhir menghadapi maut, air mata terus bercucur, satu demi satu rakyat gugur dan terpapar, histeris duka kian mencekam, kota indah Manggarai menjadi lengang dan sepi. COVID-19 ibarat hantu yang hidup, dan se-waktu-waktu akan menyapa kita semua.

Pernyataan itu, disampaikan oleh anggota DPRD Kabupaten Manggarai dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Elbert Ganggut, saat membacakan pandangan Fraksi pada Rapat Paripurna ke-20 mada sidang 2 strategi rencana pembangunan tahun 2022 dan presentasi KUA-PPAS Tahun 2022 di Kantor DPRD Manggarai.

Berhasil dikonfirmasi, Senin (26/7/2021) melalui pesan WhatsApp, anggota DPRD Fraksi PAN, Elbert Ganggut mengatakan bahwa pernyataan tersebut adalah pesan moral dan rasa prihatin yang sangat luar biasa atas nyawa yang terpapar dan mati sia-sia karena virus yang mematikan tersebut.

“Benar dik, narasi ini kita sampaikan sebagai pesan moral dan rasa prihatin yang luar biasa atas nyawa yang terpapar dan mati sia-sia akibat pandemi COVID-19,” terangnya, dilansir dari Kumparan.com, Senin (26/7/2021).

Lebih lanjut, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Partai PAN Kabupaten Manggarai itu juga menyampaikan bahwa grafik penyebaran COVID-19 di Kabupaten itu semakin meningkat.

“Grafik penyebaran COVID-19 semakin naik, setiap hari ada orang mati karena COVID-19,” jelas Sekretaris DPD PAN Manggarai itu.

Dalam rapat paripurna yang dilaksanakan secara virtual itu, Fraksi PAN juga mengajak masyarakat Kabupaten Manggarai untuk mendaraskan do’a dalam duka rakyat Manggarai, semoga arwah dari semua saudara-saudara yang telah berpulang akibat COVID-19, dilapangkan jalan menuju kerajaan surga dan semua keluarga yang di tinggalkan senantiasa diberikan kekuatan.

Pada kesempatan yang sama, Fraksi PAN juga meminta agar dalam rangka efektivitas instruksi PPKM, informasi terkait kepatuhan masyarakat terhadap larangan beraktifitas sesuai instruksi PPKM perlu di tingkatkan dan dilakukan secara terus menerus.

“Hal ini penting untuk Fraksi sampaikan mengingat dalam masa PPKM ini masih banyak kegiatan masyarakat yang menjalankan aktivitas sepert biasanya,” ujarnya saat membacakan pemandangan fraksi yang salinannya diterima media ini.

Lebih lanjut, dalam rangka refocusing anggaran penanganan COVID-19 tahun anggaran 2021, Fraksi PAN juga menyarankan kepada Pemerintah Daerah agar dalam merasionalisasi anggaran pada Satuan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Program-program kegiatan strategis yang merupakan Indikator Kinerja Kunci Perangkat Daerah untuk tidak dirasionalisasi tetapi merasionalisasi anggaran pada program-program penunjang lainya,” ujarnya dalam pandangan fraksi tersebut.

Besaran anggaran Rp 52.500.000.000 sebagaimana hasil refocusing dana penanganan COVID-19 yang telah dialokasikan pada bulan Mei tahun 2021, sedapat mungkin penyerapan anggarannya sudah bisa mencapai target sesuai tingkat kebutuhan sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 94/PMK.07/2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.07/2021 Tentang Pengelolaan Tranfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 dalam Rangka Mendukung Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 dan Dampaknya.

“Terlebih khusus alokasi belanja pada Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Sosial Kabupaten Manggarai dalam rangka pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT),” jelas fraksi PAN dalam pandangan fraksi.

Fraksi PAN juga meminta kepada pemerintah daerah agar pelaksanaan vaksinisasi tahun 2021 dapat dipercepat, mengingat data terakhir, masih banyak masyarakat Manggarai yang belum mendapatkan pelayanan vaksin.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam rangka pelayanan vaksinisasi untuk Kabupaten Manggarai tahun 2021 ditargetkan sebanyak 50.206 orang.

Namun, dalam laporan minggu ke tiga pada bulan Juli dari Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, terhadap masyarakat Manggarai yang telah mendapatkan pelayanan vaksin baru mencapai 28.579 orang atau 56,92% dari besaran target yang ditentukan, diantaranya; tenaga kesehatan, dalam target untuk mendapatkan vaksin sebanyak 2.131 orang dan realisasi sebanyak 2.904 orang atau 136,27%.

Pelayan publik, dalam target untuk mendapatkan vaksin sebanyak 24.169 orang dan realisasi sebanyak 20.977 orang atau 86,79%. Lansia dan masyarakat umum dalam target untuk mendapatkan Vaksin sebanyak 23.906 orang dan realisasi 4.698 orang atau 19,65%.

Mengacu pada data tersebut, Fraksi PAN menyarankan agar pelaksanaan pos pelayanan vaksinisasi dapat di buka sebanyak mungkin pada setiap tingkatan wilayah desa/kelurahan, kecamatan dan kota sehingga tidak menumpuk pada satu tempat tertentu, dan untuk mencegah jumlah masyarakat berkumpul melebihi kapasitas pada saat pelaksanaan vaksinisasi yang dapat beresiko adanya penambahan penyebaran claster baru.