Belakangan ini ramai diberitakan beberapa kepala daerah dan pimpinan dewan yang dikritik habis-habisan lantaran merenovasi rumah atau mengganti mobil dinas saat pandemi Covid-19.

Menanggapi ini, Jubir Muda PAN Valeryan Bramasta menilai wajar saja jika rakyat sampai marah melihat kelakuan para pejabat tersebut mengingat saat ini rakyat sedang dalam kondisi yang sangat sulit.

Kritik Gen Z yang akrab disapa Valen ini Ia sampaikan dalam video yang diunggah akun Twitter Resmi DPP PAN @Official_PAN, Rabu (25/8/2021).

“Belakang ini kita banyak dikagetkan oleh berbagai berita yang kurang enak didengar dan jauh dari kata empati. Bagaimana tidak, disaat kondisi rakyat sedang susah karena pandemi berkepanjangan, para pejabat ini justru terindikasi memikirkan kenyamanan pribadi dengan anggaran berlebih,” ujar Valen.

Dalam video yang berdurasi 1 menit 27 detik tersebut, Valen merinci beberapa kasus yang Ia soroti mulai dari Gubernur dan Wagub Sumbar yang ganti mobil dinas, Ketua DPRD Sumbar yang renovasi Rumdin dengan anggaran 5.6 miliar, Bupati Penajam Paser Utara yang renovasi rumah dinas dgn anggaran 34 Miliar bahkan konon akan dilengkapi dermaga pribadi, Bupati Polman yang ganti mobil dinas segarga 2.5 miliar, hingga DPRD Tangsel yang minta baju dinas mewah.

“Ayolah bapak ibuk, inikan rakyat sedang susah, janganlah tidak punya empati begini. Kalau ada anggaran lebih, seyogyanya dialokasikan untuk yg lain, seperti sembako, ambulans, biaya pembelajaran jarak jauh, bahkan bila perlu bantuan langsung bagi rakyat,” sambung Valen.

Terakhir, Ia pun meminta agar para pejabat terkait lebih sensitif dalam bertindak.

“Ayolah, kedepankan empati daripada kepentingan pribadi,” tutup Valen.