Pengadaan baju dinas Anggota DPRD Kota Tangerang menjadi polemik. Pasalnya baju dinas tersebut menggunakan merek-merek mewah seperti Louis Vuitton hingga Thomas Crown.

Menanggapi polemik ini, Fraksi PAN DPRD Kota Tangerang tegas menolak kebijakan pengadaan baju dinas mewah tersebut.

Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Tangerang Dedi Hasbullah tegas menolak pengadaan pakaian dinas DPRD TA 2021 mengingat situasi pandemi Covid-19 saat ini.

“Fraksi PAN Kota Tangerang meminta agar anggaran pakaian tersebut sebaiknya dialihkan untuk pembelian sembako masyarakat kota Tangerang yang terdampak Pandemi Covid-19,” tegas Dedi di Tangerang, Selasa (10/8).

Dedi merinci bahwa pengadaan bahan pakaian dinas DPRD Kota Tangerang itu bisa mencapai 675 juta rupiah Kemudian terdapat anggaran belanja ongkos jahit pakaian Dewan hingga mencapai Rp 600 juta.

“Fraksi PAN akan menyampaikan dalam forum forum di dewan bahwa anggaran 600 juta tersebut sebaiknya dialihkan untuk membantu rakyat atau pedagang kecil yang terdampak Pandemi,” tutupnya.