Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, mengharapkan agar ada transformasi energi baru dan terbarukan (EBT) di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas (PLTDG) Pesanggaran. Pasalnya, target bauran EBT sebesar 23 persen pada 2025, sedangkan kontribusi EBT pada bauran energi nasional tahun lalu baru 11,2 persen.

Hal tersebut diungkapkan Eddy usai memimpin Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII  DPR RI menggelar pertemuan dengan Direksi PLTDG Pesanggaran, di Denpasar, Bali, Jumat (8/10/2021). Menurutnya, jumlah itu masih terpaut jauh jika dibandingkan dengan target yang harus dicapai dalam waktu empat tahun lagi.

“Kami menaruh kepercayaan yang besar kepada teman-teman PLN terhadap proses transformasi EBT ini dapat berjalan dengan baik dan persiapan security energy pada perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali tahun depan. Termasuk pemenuhan untuk kebutuhan listrik yang akan datang itu juga harus dipenuhi dengan baik dan berbasis energi baru dan terbarukan,” kata Eddy, dilansir dari Berita Parlemen, Senin (11/10/2021).

Untuk mendukung hal itu, kata Eddy, DPR RI merencanakan sebelum akhir tahun akan mengesahkan Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Terbarukan (RUU EBT). Dengan adanya UU ini, akan semakin mempercepat pembangunan pembangkit EBT, karena dalam UU ini juga diatur insentif bagi para pelakunya.

Kemudian, bagi para pihak yang ingin membangun EBT juga mendapat jaminan untuk off take, pembebasan lahan dan kebutuhan lainnya. “Sekarang yang paling penting adalah, bagaimana kita bisa secepatnya menuntaskan RUU EBT ini. Kami berharap mudah-mudahan di masa sidang berikutnya itu sudah bisa kita tuntaskan,” harap legislator dapil Jawa Barat III ini.