Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta membentuk tim siber untuk melawan buzzer yang menyerang ulama dan Gubernur DKI Anies Baswedan. PAN DKI menilai MUI memiliki peran penting untuk menjaga suhu politik.

“Langkah MUI ini kita sambut dengan baik, karena MUI ini pemersatu umat khususnya yang beragama islam. Islam di Indonesia sepembelajaran saya itu kan Rahmatan lil alamin islam tengah, wassatiyah. Jadi penting peran MUI menjaga suhu politik, terlebih di DKI,” ujar Wakil Ketua DPRD DKI Fraksi PAN Zita Anjani kepada wartawan, Jumat (19/11/2021).

Zita mengapresiasi langkah MUI DKI untuk melawan buzzer. Sebab menurut Zita, pemberantasan berita hoax dapat menimbulkan perpecahan.

“Saya apresiasi, dan ya harus memberantas berita-berita hoax yang memecah belah,” kata Zita.

Baca juga:
MUI DKI Bentuk Cyber Army untuk Lawan Buzzer Penyerang Ulama dan Anies
Terkait MUI DKI yang juga akan membela Anies, Zita menilai bukan soal pribadi Anies yang akan dibela. Namun terkait kebenaran informasi.

“Terkait bela Pak Anies, siapapun pasti dibela asal substansinya benar, dan yang dibela itu kebenarannya bukan soal individu. Saya rasa itu pointnya,” ujar Zita.

“MUI kan lembaga yang sudah berkiprah lama sekali, pasti lebih paham bagaimana cara terbaik untuk menjaga suhu politik di republik tercinta kita ini,” sambungnya.

Sebelumnya diketahui MUI DKI membentuk tim siber. Hal itu guna melawan buzzer yang menyerang ulama.

Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) se-DKI Jakarta di Hotel Bintang Wisata Mandiri, Senin (11/10/2021). Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar dalam arahannya bersyukur dengan adanya kegiatan ini karena banyak ilmu yang didapatkan dalam bidang teknologi informasi di era digitalisasi saat ini.

“Saya berharap di era penuh tantangan saat ini, MUI DKI tidak kalah untuk menguasai teknologi karena bidang infokom ini adalah otak MUI DKI dalam bidang informasi,” kata Munahar, dalam keterangan tertulis, Jumat (19/11/2021).

Munahar berharap infokom ini miliki orang ahli atau cyber army untuk melawan orang-orang yang menghantam Umat Islam karena tugas utama MUI adalah Amar Ma’ruf Nahi Mungkar.

Munahar berharap infokom MUI DKI bisa amar ma’ruf nahi mungkar untuk melawan para buzzer yang telah meresahkan umat Islam. Sebab, pasalnya mereka dinilai telah menghantam Ulama dan mendiskreditkan umat Islam.

“MUI tidak usah takut untuk katakan yang haq itu haq. Saya punya prinsip kalau berkaitan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak ada tawar-menawar bagi saya,” tegas Munahar.

“Tidak bermain di atas mimbar, tapi melalui berita dan informasi yang disebarluaskan melalui kanal resmi MUI DKI seperti media sosial karena perputarannya cepat. MUI DKI juga perlu setiap hari membuat konten-konten dan setiap kegiatan MUI selalu dibuat beritanya,” lanjut Munahar.

Tidak hanya buzzer yang melawan ulama, Munahar juga berharap infokom dan MUI DKI bisa membela dan membantu Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Dia mengatakan jika para buzzer mencari kesalahan Anies, maka infokom mengangkat keberhasilan Anies, baik tingkat nasional maupun internasional.

“Beliau ini termasuk 21 orang pahlawan dunia. Berita-berita saya minta MUI DKI yang mengangkatnya karena kita mitra kerja dari Pemprov DKI Jakarta,” kata Munahar.