Sebanyak tiga nama calon presiden (Capres) yang diusung Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Papua.

Usulan tiga nama tersebut dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I. Tiga nama tersebut sebenarnya sudah memiliki elektabilitas mumpuni.

Tiga nama tersebut adalah Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan, Menteri BUMN Erick Tohir, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Dari banyak calon presiden yang diajukan ke DPW PAN Papua, kami mengambil tiga orang ini, untuk bisa bertarung pada sesi berikutnya, karena kewenangan ada di DPP PAN,” kata Ketua DPW PAN Papua, Sinut Busup, dilansir dari Papua.tribunnews.com, Sabtu (13/8/2022).

“Tapi, kami DPW PAN Papua mengusulkan ketiga calon presiden yang bakal bertarung pada Pemilu 2024,” sambungnya.

Selain mengusulkan tiga nama Capres, DPW PAN Papua juga mengecek guna verifikasi faktual yang sudah selesai 100 persen dan telah mendaftar ke KPU pada 10 Agustus 2022.

“DPW PAN Papua dengan 29 DPD kabupaten/kota dan 1 provinsi lolos menjadi peserta Pemilu 2024,” ujarnya.

Sinut Busup mengatakan, jika Rakerwil itu membahas persiapan untuk pemilihan legislatif pada tahun 2024, sehingga pihaknya melakukan konsolidasi bersama semua kader dari 29 kabupaten/kota untuk mempersiapkan diri.

Apalagi, kata Sibut Busup, DPW PAN Papua juga mempersiapkan diri menghadapi tiga provinsi baru di Papua, baik verifikasi, pengurus, KTP, KTA dan lainnya.

Untuk itu, Sinut Busup mengakui jika DPP PAN telah merekomendasikan kepada DPW PAN Papua yang akan diteruskan pada Rakernas PAN di Jakarta pada akhir Agustus 2022 bahwa Pemilu 2024.

DPW PAN Papua pun mengingatkan kepada KPU Provinsi Papua dan KPU RI bahwa Pemilu 2024 harus ada di dapil lama dan harus ada penambahan kursi dan dapil.

Menurutnya, hal itu agar setelah Pemilu 2024 di Provinsi Induk, maka pelantikan baru di DOB masing-masing.

“Namun, jika dipaksakan dipindahkan peserta pemilu di provinsi baru, itu berat karena tidak semudah itu,” katanya.

Untuk itu, melalui Rakerwil, kata Sibut Busup, DPW PAN Papua merekomendasikan kepada KPU Papua dan KPU RI bahwa Pemilu 2024 tetap dilaksanakan di Dapil lama.

“Setelah Pileg 2024 baru pemindahan di Dapil baru. Itu yang kami harapkan,” tandasnya.

Selain itu, ujar Sinut, rakerwil membahas isu strategis masalah perekaman e-KTP di Papua yang baru tercapai 45,3 persen.

“Kami parpol dalam pertemuan dengan KPU menanyakan DOB dan perekaman e-KTP. KPU menyampaikan kepada kami bahwa khusus di Papua ada kartu keluarga (KK) itu bisa jadi peserta pemilu,” katanya.

“Di Papua mengacu pada UU Otsus saja. Mengatur daerahnya sendiri, tidak boleh ada intervensi masuk. Karena akan memicu konflik,” sambungnya.

DPW PAN Papua menegaskan, penyelenggara di kabupaten, provinsi dan pusat agar Pemilu 2024 tetap dapil yang lama dan e-KTP bisa digantikan dengan KK saja serta mengacu UU Otsus.

Sinut menegaskan jika DPW PAN Papua akan mempertahankan 2 kursi di DPR RI dan jika perlu menambah kursi. Begitu juga di DPR Papua, PAN akan mempertahankan perolehan 6 kursi dan jika perlu bisa menambah kursi.

“Untuk kabupaten/kota, kami kemarin kalah di 11 kabupaten. Hari ini, minimal di 29 kabupaten/kota, PAN menargetkan bisa meraih kursi semua,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPW PAN Papua, Yulianus Rumbairussy, menambahkan jika Rakerwil PAN Papua ini dilaksanakan dalam rangka secara berjenjang menghadapi Rakernas.

“Nah, hasil – hasil dari Rakerwil ini nanti akan kami sampaikan di Rakernas. Jadi, secara organisasi tertata seperti itu. Kita tidak datang ke Rakernas dengan noken kosong, tapi ada yang kita bawa dari hasil rapat kerja yang resmi dan jelas,” katanya.

Yulianus Rumbairussy menambahkan jika PAN di Papua memiliki dua daerah yang menjadi ketua DPR yakni di Kabupaten Yahukimo dan Waropen.

“Yang lain tetap ada, namun belum terlalu signifikan. Tapi kami yakin dengan kerja-kerja partai yang nyataguna meraih kemenangan Pileg dan Pilpres,” ujarnya.

“Kami berkomitmen bisa meraih kemenangan lebih. Yahukimo dan Waropen, PAN suara terbanyak dan menjadi ketua DPR, sehingga kita harap ada 11 kabupaten yang sebelumnya non seat, maka ditargetkan bisa meraih kursi. Sedangkan, daerah lain yang meraih kursi, tentu akan dipertahankan, bila perlu ditingkatkan,” imbuhnya.