Catatan evaluatif dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin, khususnya dari segi kesehatan, disampaikan Partai Amanat Nasional (PAN).

Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay mengakui, masa dua tahun pemerintahan Jokowi-Maruf tidak dalam kondisi mudah. Karena saat presiden dan wakil presiden dilantik, Indonesia dihantam pandemi Covid-19.

“Saya kira kita harus melihat bagaimana Presiden Jokowi dan Maruf Amin ini dilantik menjadi presiden dan wakil presiden yang tidak normal. Karena tidak begitu lama dia dilantik terjadi pandemi Covid-19,” ucap Saleh, dilansir dari RMOL.id, Kamis (21/10/2021).

Namun Saleh menyatakan, pemerintah berhasil menangani pandemi Covid-19 dengan baik bahkan diakui negara-negara lain. Padahal sebelumnya, pemerintah sempat kewalahan di awal pandemi lantaran dihadapkan persoalan kelangkaan masker, APD, obat-obatan, serta belum lama ini kelangkaan oksigen yang menyebabkan kematian akibat Covid-19 meningkat cukup tinggi.

“Namun, pemerintah berhasil menanganinya dengan baik sehingga kelangkaan masker, APB, obat, dan oksigen mampu diatasi dengan baik oleh pemerintah,” tuturnya.

Selain itu, Saleh juga melihat pemerintah sempat kewalahan soal minimnya fasilitas kesehatan penunjang seperti rumah sakit, nebuliser dan lainnya. Pemerintah pun akhirnya membuka Wisma Atlet dan beberapa gedung yang tidak terpakai unutk dijadikan pusat pelayanan kesehatan, mengingat melonjaknya pasien Covid-19 ada bulan Juni hingga Juli 2021 kemarin.

“Dari sisi pelayanan masyarakat, dari sisi pandemi, saya kira Presiden Jokowi dan Maruf Amin ini sudah memberikan pelayanan yang terbaik yang mereka bisa. Kalau kita lihat, mereka telah mengupayakan bagimana seluruh masyarakat kita mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik,” katanya.

Di samping itu, Anggota Komisi IX DPR RI ini menilai upaya-upaya yang telah dilakukan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah untuk menjaga keselamatan masyarakat, dan menurutnya hal itu tidak mudah.

“Belum lagi pemerintah kesulitan mendapatkan tenaga medis, yang siap untuk bertarung, berdiri di garda terdepan untuk Covid-19 ini. Lalu ada relawan dan Satgas Covid-19. Semua itu saya kira sangat penting artinya bagi kita,” ucapnya.

Pada saat Indonesia menghadapi gelombang yang cukup besar, kata Saleh pemerintah mampu berjuang dengan memberlakukan PSBB, PPKM dan langkah intervensi lainnya di saat negara-negara tetangga memilih menerapkan lockdown.

“Tapi Indonesia memberlakukan semi lockdown. Artinya itu diakui dunia dan merupakan prestasi yang cukup besar, kita yang termasuk yang disegani, kita mampu menurunkan tingkat penularan covid-19,” ucap Saleh.

“Memang di tengah jalan ada beberapa kendala baik disengaja maupun di luar kendali. Tapi dari sisi kesehatan di dua tahun ini saya kira cukup baik ya dibandingkan negara lain, yang kita harapkan bisa bertahan,” tandasnya.