Dalam beberapa pekan terakhir, publik terus dihebohkan dengan kasus kekerasan seksual. Utamanya dari dunia pendidikan, seperti kasus pemerkosaan terhadap 21 santriwati yang dilakukan guru bejatnya, Herry Wirawan di pesantren Manarul Huda Antapani, Bandung.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto pun mendukung langkah Kementerian Agama (Kemenag) untuk melakukan pemantauan dan investigasi kepada seluruh madrasah dan pesantren. Dengan begitu diharapkan kasus seperti ini tidak kembali terjadi.

“Setuju dan kita akan mendukung langkah Kemenag yang akan lakukan investigasi kepada seluruh pesantren dan madrasah,” jelas dia dikutip, Minggu (19/12).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai, investigasi secara menyeluruh memang dibutuhkan untuk mencegah kejadian serupa terulang. Adapun, Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni mengungkapkan, investigasi menjadi hal yang diperlukan sebagai bagian dari mitigasi kejahatan seksual di sekolah, khususnya di bawah naungan Kemenag.

“Jadi, ada mitigasi dan kita tahu lebih detail lagi untuk sekolah lain, karena kita takutnya ini kejadian yang baru terungkap yang ini, di tempat lain kita belum tahu. Kita berharap investigasi lebih lanjut sehingga tidak menjadi hal yang ditutup-tutupi,” terangnya.